Hidup di Luar Tempurung ala Jangkung

216
Ibarat kata, ia tak Hanya bidup di dalam tempurung. Berbagai hal ia coba. Foto: Istimewa
Ibarat kata, ia tak Hanya bidup di dalam tempurung. Berbagai hal ia coba. Foto: Istimewa

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Tiba di Fakuktas Pertanian UGM, KAGAMA langsung menuju kantor Pimpinan Departemen Sosial Ekonimi Pertanian (Sosek) yang terletak di Gedung A10 Fakultas Pertanian.

Kantornya tak cukup mewah. Hanya ruangan yang di dalamnya terdapat sofa untuk tamu dan dua bilik yang disekat untuk tempat ia menaruh meja kerja.

Sore itu KAGAMA berkesempatan menemui salah satu tokoh di Fakultas Pertanian UGM, Dr. Jangkung Handoyo Mulyo, M.Ec.

Saat ini Jangkung menduduki jabatan sebagai Ketua Departemen Sosial Ekonomi Pertanian di Fakultasnya.

Jangkung lahir di Klaten, Jawa Tengah. Ia sejak kecil telah akrab dengan dunia pertanian, karena kedua orang tuanya kebetulan bekerja di Dinas Pertanian.

Baca juga: Fattiyah, PNS Kementerian Pertanian Jadi Lulusan Terbaik Pascasarjana Fakultas Pertanian UGM

Namun kala itu orang tuanya justru menghendaki Jangkung menjadi seorang guru.

Keinginan tersebut membuatnya mendaftar ke SPG (Sekolah Pendidikan Guru), selepas menyelesaikan studi di SMPN 1 Klaten.

Selain itu, ia juga mendaftar di SMA Negeri 1 Klaten, SMA favorit di kotanya.

Tak bemaksud mengabaikan keinginan kedua orang tuanya, Jangkung mengaku akhirnya memilih masuk di SMA Negeri 1 Klaten.

“Waktu itu akhirnya saya pilih SMA saja. Tidak masalah, toh saya sekarang atas doa orang tua juga menjadi guru di UGM,” ujarnya pada KAGAMA sembari menawarkan kopi untuk diminum.

Bersama teman-teman POPMASEPI. Foto: Istimewa
Bersama teman-teman POPMASEPI. Foto: Istimewa

Baca juga: Kata Pakar Geografi UGM Soal Eksistensi Lahan Pertanian di Indonesia

Setelah lulus SMA, ia menjatuhkan pilihan pada UGM pada 1989 untuk melanjutkan pendidikannya.

Menurutnya, kala itu tak sulit memutuskan UGM sebagai tempat belajar.

Selain karena berkualitas, keluarganya memandang biaya pendidikan di Universitas Negeri jauh lebih murah.

Maklum, kala itu orang tua Jangkung harus menanggung biaya pendidikan kelima anaknya, dan saat itu pendidikan di lembaga swasta mereka nilai cukup memberatkan.

Inisiator POPMASEPI

Di UGM Jangkung memilih Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian (Sosek).

Semasa kuliah ia tidak hanya menghabiskan waktunya di dalam kelas, namun juga turut aktif di organisasi mahasiswa.

Ibarat kata, ia tak Hanya bidup di dalam tempurung. Berbagai hal ia coba.

Ia tercatat aktif di organisasi Keluarga Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian (KMSEP), Senat Mahasiswa Fakultas Pertanian dan Unit PPPK UGM.

Menurut Jangkung, salah satu momen paling berkesan adalah ketika ia dan rekan-rekannya berhasil menginisiasi berdirinya POPMASEPI (Perhimpunan Organisasi Profesi Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian Indonesia).

Baca juga: Rika Harini: Penguasaan Teknologi Jadi Tantangan Dosen