Hewan Kehilangan Habitatnya akibat Ulah Manusia

58
Manusia kerap kali hanya memikirkan dirinya sendiri. Foto: Kompas
Manusia kerap kali hanya memikirkan dirinya sendiri. Foto: Kompas

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Baru-baru ini masyarakat dibuat prihatin dengan adanya seekor harimau yang menyerang petani kopi di sebuah kebun di daerah Sumatera Selatan.

Ada juga kera ekor panjang yang masuk ke pemukiman warga di daerah Kabupaten Gunungkidul.

Manurut Kepala Museum Biologi UGM, Donan Satria Yudha, S.Si, M.Sc, hal tersebut terjadi karena adanya fragmentasi habitat.

“Manusia memakan lahan mereka (hewan yang masuk ke pemukiman) kok. Ya terus mereka mau ke mana lagi?” ujar Donan.

Dia mengatakan, manusia kerap kali hanya memikirkan dirinya sendiri.

Mereka lupa ada makhluk hidup lain, seperti hewan dan tumbuhan yang butuh tempat tinggal.

Umpamanya manusia yang berniat membeli tanah kosong.

Memiliki segudang pengalaman belajar di museum, memberikan berkah bagi Donan yang kemudian ditunjuk oleh Fakultas Biologi untuk menjadi Kepala Museum Biologi UGM sejak 2012. Foto: Kinanthi
Kepala Museum Biologi UGM, Donan Satria Yudha, S.Si, M.Sc. Foto: Kinanthi

Baca juga: Kecanduan Kopi Berbahaya bagi Kesehatan, Berikut Solusinya

Mereka hanya tahu tanah tersebut belum dimiliki orang lain, kemudian langsung mereka beli, tanpa berpikir bagaimana keberlangsungan hidup hewan dan tumbuhan di atas tanah itu.

“Secara nggak langsung makhluk hidup yang tinggal di situ terusir dari habitatnya. Kemudian makhluk hidup ini bergeser ke tempat lain. Eh tempat tinggalnya diambil juga, begitu seterusnya sampai mereka nggak punya tempat tinggal, lalu masuk ke pemukiman warga,” jelasnya.

Banyak pembangunan ruang publik yang menurut Donan merupakan ‘pemborosan’.

Misalnya, seperti mal atau lapangan sepak bola.

Dua tempat ini sebetulnya tidak digunakan manusia setiap hari.

Alangkah lebih baik bila lahannya dimanfaatkan sebagai tempat tinggal hewan dan tumbuhan.

Namun, manusia justru menganggap hewan sebagai hama yang mengganggu manusia.

Baca juga: Kuliner Halal Jadi Tantangan dalam Pengembangan Pariwisata DIY