Heru Hendrayana, Dosen Jurusan Teknik Geologi Pertama Lulusan Jerman

315
Banyak orang Geologi sekolah di Jerman, tetapi tidak bertahan lama. Foto: istimewa
Banyak orang Geologi sekolah di Jerman, tetapi tidak bertahan lama. Foto: istimewa

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Lamanya perjalanan karier seringkali tidak disadari bagi mereka yang sudah menemukan banyak pencapaian.

Demikian yang dialami oleh Dr. Ir. Heru Hendrayana, ketika ditanya soal motivasinya berkarier sebagai akademisi di Teknik Geologi UGM.

Ia menuturkan semua mengalir begitu saja tanpa ada alasan kuat mengapa berkarier di bidang tersebut.

“Saya sendiri juga tidak mengerti mengapa saya ingin jadi dosen.”

“Padahal dari keluarga juga tidak punya latar belakang akademisi,” tutur Heru kepada KAGAMA belum lama ini.

Walaupun demikian, Heru telah memberikan banyak sumbangsih terhadap UGM, terutama dalam pengembangan Departeman Teknik Geologi.

Heru telah berjasa dalam pengembangan kerja sama internasional Teknik Geologi UGM.

Sejak tahun 2003, Departemen Teknik Geologi UGM sudah menjadi pusat pendidikan Geologi di Asia.

Saat itu, Heru menjabat sebagai manajer program S2 dan S3.

“Banyak mahasiswa dari berbagai negara di Asia menempuh pendidikan master di Teknik Geologi UGM.”

“Sampai sekarang jumlah alumni magister sudah mencapai 200 orang se-Asia.”

“Sementara program doktornya sudah hampir 100 orang,” ungkap Heru.

Selain itu, Teknik Geologi UGM juga menjadi partner dengan negara-negara di Eropa terkait riset, pendidikan, dan pengajaran.

Kini, kerja sama tersebut sudah berjalan 15 tahun.

Bisa dibilang Teknik Geologi sudah mewujudkan visinya.

Berkat kerja sama internasionalnya itu, Teknik Geologi UGM kini terbantu dengan sumbangan alat belajar dari mitranya.

“Geologi Indonesia punya laboraturium alam yang sangat banyak dan punya ciri khas unik.”

“Banyak orang luar negeri mengajak kerja sama, karena Departemen Geologi kredibel dan mereka butuh laboratorium alam,” ujar pria asal Malang itu.

Artinya, antara Departemen dengan mitra saling menguntungkan.