Hermin Indah Wahyuni: Jika Ingin Jadi Solusi, Ilmu Pengetahuan Tidak Boleh Eksklusif

1056
Ilmu harus jadi solusi. Dan jika ingin jadi solusi, tidak boleh eksklusif. Foto: Maulana
Ilmu harus jadi solusi. Dan jika ingin jadi solusi, tidak boleh eksklusif. Foto: Maulana

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Hermin Indah Wahyuni bisa dibilang cukup jeli dalam memilih jurusan kuliah.

Pada 1991, jurusan yang cukup popular di Fakultas Sosial dan Politik UGM (Fisipol UGM) menurutnya hanyalah Hubungan Internasional dan Politik Pemerintahan.

Alih-alih ikut arus, dia justru memilih jurusan Ilmu Komunikasi.

Kata Hermin, dari awal nama jurusan Ilmu Komunikasi sudah menarik minatnya.

Selain namanya yang dianggap unik, Hermin juga merasa tertarik memahami bagaimana manusia saling berkomuniaksi satu sama lain.

Tebakan Hermin benar. Selepas masuk ke Ilmu Komunikasi, ternyata pola komunikasi antar manusia memang kompleks.

Hal ini agaknya membuat Hermin betah berlama-lama belajar di jurusannya.

Ilmu harus jadi solusi. Dan jika ingin jadi solusi, tidak boleh eksklusif. Foto: Maulana
Ilmu harus jadi solusi. Dan jika ingin jadi solusi, tidak boleh eksklusif. Foto: Maulana

Baca juga: Wisudawan Terbaik Asal Timur Leste Ini Merasa Nyaman Kuliah di UGM

Sepanjang kuliah selama 5 tahun, Hermin mengaku tidak terlampau aktif berorganisasi.

Dia lebih banyak menghabiskan waktu untuk belajar dan memperdalam ilmu di dunia akademik.

Komunikasi Bencana

Keseriusan Hermin belajar Ilmu Komunikasi terlihat dari sumbangsihnya di dunia akademik.

Hingga kini kurang lebih sudah ad 6 buku yang dia tulis.

Menurut data yang dihimpun dari Google Scholars, Dosen Ilmu Komunikasi UGM ini sekurangnya sudah menulis 10 jurnal.

Pendek kata, dia termasuk dosen produktif.

Selain produktif, Hermin juga memperlihatkan sosok yang dibutuhkan dari semua ilmuwan.

Baca juga: Dubes Wahid: Potensi Kerja Sama Indonesia-Tatarstan Sangat Besar