KAGAMA.CO, BULAKSUMUR-Di tahun 2016, Bank Indonesia mengeluarkan 12 Uang NKRI dengan desain baru. Keduabelas desain tersebut dicetak dengan menampilkan wajah 12 pahlawan nasional. Salah satunya, Prof. Dr. Ir. Herman Johannes  muncul di  pecahan uang logam Rp.100.

Kemunculan Herman Johannes di salah satu dari 12 seri uang baru NKRI adalah wajar. Sosok kharismatik yang disemayamkan di Sawitsari, Yogyakarta pada 17 Oktober 1992 ini memang memiliki kontribusi yang besar bagi Indonesia sejak usianya masih belia.

Sayangnya, seiring dengan pesatnya perkembangan zaman nama Herman Johannes dirasa sudah jarang terdengar. Oleh karena itu, langkah Bank Indonesia dalam mengangkat kembali nama Herman Johannes tentu patut diapresiasi.

Akan tetapi, bagi sivitas akademika UGM, nama Herman Johannes memang sudah tak asing lagi. Ia dikenal sebagai salah satu ilmuwan dan menteri pekerjaan umum periode 1950-1951 yang berasal dari Indonesia Timur.

Pria kelahiran Rote, Nusa Tenggara Timur ini juga dikenal sebagai rektor kedua UGM yang menjabat dari tahun 1961-1966. Di sisi lain, mungkin masih sedikit sivitas akademika UGM yang tahu keahlian Pak Jo dalam merakit bom.

Dilansir dari Kompas.com (19/12/2016) Pak Jo, panggilan akrabnya, dikenal sebagai perakit bom yang handal dalam era revolusi kemerdekaan Indonesia tahun 1946-1949. Kala itu, di tengah kecamuk Agresi Militer Belanda pertama dan kedua, Pak Jo yang  ahli fisika dan kimia pernah diminta oleh Letkol Soeharto sebagai Komandan Resimen XXII TNI.