Hendri Saparini Ajak Milenial Bangun Wirausaha Sosial Berdayakan Petani

78

Baca juga: Teknologi Berkembang Pesat, Masyarakat Jangan Hanya Jadi Penonton!

Selain itu Sulawesi, kata Hendri, merupakan daerah dengan buah kelapa terbaik dunia.

Virgin Coconut Oil yang bernilai tinggi menjadi potensi besar untuk membangun industri dan meningkatkan pendapatan berbasis kelapa.

Menurut Hendri, contoh tersebut merupakan potensi besar SDA pertanian yang belum termanfaatkan untuk memberikan kesejahteraan bagi petani dan masyarakat lokal, serta mendorong ekspor.

“Para milenial semestinya dapat melihat sebagai peluang untuk menjadi wirausaha sosial dengan mengajak dan memberdayakan para petani untuk berkolaborasi,” tandasnya.

Pasalnya, kata Hendri, berbagai kemudahan telah tersedia.

Baca juga: Wujudkan Smartcity, Pakar UGM: Masyarakat Perlu Literasi Digital

Dukungan teknologi digital yang sangat cukup memungkinkan antara lain untuk menciptakan dan memanfaatkan berbagai platform sebagai pendukung, baik untuk mendapatkan pendanaan, pemasaran, transportasi dan logistic, informasi produk dan pasar.

Upaya ini, kata Hendri, pada akhirnya akan membentuk ekosistem dan kerjasama bisnis baik di daerah maupun secara lebih luas.

Kekayaan budaya, keindahan alam yang digabungkan dengan inovasi dan kreatifitas juga merupakan potensi kita lainnya yang yang dapat dikembangkan.

“Tidak hanya dapat menjadi bisnis besar yang memiliki local content tetapi juga menjadi sarana untuk ikut menyelesaikan masalah ekonomi sosial,” pungkasnya.

Seminar ini merupakan rangkaian Millenial Fest Industri 4.0 yang digelar pada tanggal 3-5 Oktober 2019, sekaligus sebagai rangkaian keempat Seminar Nasional di lima kota lima pulau (Medan, Balikpapan, Semarang, Manado, dan Bali) menjelang Munas XIII KAGAMA di Bali pada 15-17 November 2019 mendatang.

Baca juga: Wakil Gubernur Sumut Rajek Shah Apresiasi Kesuksesan Ganjar Pranowo Wujudkan Smartcity di Jawa Tengah

Agenda yang digelar kali ini yaitu Pameran Millenial Fest Industri 4.0, Seminar Milenial Fest Industri 4.0, Kompetisi Startup dan Industri Kreatif serta Inovasi dan Penelitian Kampus, dan Pertandingan PUBG dan Mobile Legends.

Sebelumnya, Ketua Pengda KAGAMA Sumatera Utara Hamied Wijaya mengatakan, melalui acara ini pihaknya bertujuan menghasilkan generasi muda yang produktif dan inovatif menuju revolusi industri 4.0.

“Usai acara ini kita berharap munculnya bibit-bibit muda potensial daerah, serta berkembangnya industri kreatif lokal dan nasional guna memberikan sumbangan lebih dalam pertumbuhan ekonimi,” ujar Direktur SDM dan Umum Pelindo I itu.

Alumnus Psikologi UGM itu menambahkan, pihaknya akan merangkum pandapat para pakar, praktisi, dan pihak terkait dalam seminar dan selanjutnya disampaikan kepada pemerintah sebagai masukan untuk mendukung pembangunan. (Taufiq Hakim)

Baca juga: Perkembangan Bisnis dan Tren Minum Kopi di Indonesia