Harapan Dubes Salman di Perayaan 25 Tahun Hubungan Bilateral Indonesia-Afrika Selatan

77
Dubes RI alumnus UGM, Salman Al Farisi, menilai masih ada banyak potensi kerja sama yang bisa dijajaki antara Indonesia dan Afrika Selatan. Foto: Ist
Dubes RI alumnus UGM, Salman Al Farisi, menilai masih ada banyak potensi kerja sama yang bisa dijajaki antara Indonesia dan Afrika Selatan. Foto: Ist

KAGAMA.CO, PRETORIA – Kedutaan Besar Republik Indonesia di Pretoria dan The South African Institute for International Affairs (SAIIA) merayakan 25 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Afrika Selatan.

Acara perayaan usia perak jalinan kedua negara digelar KBRI Pretoria pada Senin (12/10/2020) lalu secara virtual.

Duta Besar RI untuk Afrika selatan, Salman Al Farisi, mengatakan, Indonesia dan Afrika Selatan punya sejarah jalinan hubungan yang kuat sejak dulu kala.

Meski sudah lama, Dubes Salman berharap kedua negara terus saling mendorong agar tidak merasa cepat puas dengan berbagai capaian yang sudah diraih.

Alumnus Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM ini melihat ada berbagai potensi yang punya kans untuk bisa dijajaki bersama.

Dubes Ri alumnus UGM, Salman Al Farisi, menilai masih ada banyak potensi kerja sama yang bisa dijajaki antara Indonesia dan Afrika Selatan. Foto: Ist
Dubes RI alumnus UGM, Salman Al Farisi, menilai masih ada banyak potensi kerja sama yang bisa dijajaki antara Indonesia dan Afrika Selatan. Foto: Ist

Baca juga: Pemerintah Dorong Pengembangan Kawasan Industri Kendal sebagai Super Koridor Jawa Utara

“Kita harus melihat lebih dari apa yang telah kita perbuat saat ini,” kata Dubes Salman.

“Serta mengubah hubungan baik yang telah lama terjalin menjadi hubungan kemitraan yang saling menguntungkan,” sambungnya.

Penuturan Salman selaras dengan apa yang diungkapkan Direktur Jenderal Asia dan Timur Tengah, Kementerian Luar Negeri Afrika Selatan, Duta Besar Dr. Anil Sooklal.

Anil menekankan pentingnya skema kerja sama Selatan-Selatan dan perlunya memperkuat hubungan antar masyarakat kedua negara pada masa modern saat ini.

Adapun sajian utama dalam acara perayaan hubungan diplomatik ini adalah peluncuran buku berjudul Indonesia South Africa: A South – South Partnership in the Making.

Baca juga: Dengan Urban Farming, Masyarakat Bisa Menikmati Hasil Panen Berkali-kali dalam Setahun