Hadapi Tekanan Selama Pandemi, Industri Rumah Sakit Perlu Berbenah

14
Dengan terdampaknya sektor pelayanan medik, sosial budaya, dan keuangan, Henry berharap ke depan seluruh tenaga medis bisa mengeluarkan strategi dan inovasi. Foto: Ist
Dengan terdampaknya sektor pelayanan medik, sosial budaya, dan keuangan, Henry berharap ke depan seluruh tenaga medis bisa mengeluarkan strategi dan inovasi. Foto: Ist

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Jumlah kasus positif Covid-19 tak kunjung menurun.

Namun, di sisi lain jumlah pasien yang meninggal menurun dan pasien yang sembuh mengalami peningkatan.

Merujuk pada sebuah data, Direktur RS Panti Nugroho, Henry Widyanto mengungkapkan angka kematian Indonesia masih berada di atas angka mortalitas global, yaitu sebesar 3,89.

Sementara angka kesembuhan di Indonesia sudah mencapai 72,9, artinya sudah di atas angka kesembuhan secara global.

Meskipun demikian, masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi.

Baca juga: Berpotensi Untung Besar, Begini Kiat Berbisnis Tanaman Anggrek ala Heni Indarwati

“Kita lihat jumlah pasien dan jumlah kasus terkonfirmasi positif terus meningkat. Kita belum berhasil mencegah rantai penularan.”

“Stok dan standar APD masih terbatas. Terakhir kita ketahui kemarin masker skuba terbukti tidak memenuhi standar,” jelasnya.

Hal tersebut Henry sampaikan dalam dalam webinar Managing Medical Institution in The Name of Covid-19, yang digelar oleh MM UGM dan KAFEGAMA MM, pada Sabtu (26/9/2020).

Covid-19, kata Henry, merupakan penyakit baru dan seluruh dunia sampai saat ini masih belajar mengenalinya.

Angka kematian dan kesembuhan di Indonesia tersebut, sedikit atau banyak telah menunjukkan mutu pelayanan kesehatan dan kecepatan penanganannya.

Baca juga: Meskipun Bekerja di Tempat yang Bukan Bidangnya, Rifdan Tak Menganggapnya sebagai Kendala