Hadapi Tantangan Besar, Perusahaan Asuransi Jiwa Harus Lakukan Ini di Masa Pandemi

28
Direktur Kepatuhan dan SDM PT Jiwasrya lulusan UGM, Mahelan Prabantarikso membabar hal-hal yang harus dilakukan peruahaan jasa keuangan untuk menghadapi pandemi. Foto: Ist
Direktur Kepatuhan dan SDM PT Jiwasrya lulusan UGM, Mahelan Prabantarikso membabar hal-hal yang harus dilakukan peruahaan jasa keuangan untuk menghadapi pandemi. Foto: Ist

KAGAMA.CO, JAKARTA – Direktur Kepatuhan dan SDM PT Jiwasrya, Mahelan Prabantarikso mengungkapkan, pandemi Covid-19 memaksa semua orang menjalankan bisnis berbasis aplikasi.

Di sisi lain, masa pandemi juga bisa memunculkan disorder baru, terutama ketika jumlah pasien Covid-19 tanpa gejala semakin banyak.

“Jika situasi ini dibiarkan terlalu lama, maka akan berdampak pada ekonomi kita dan besar kemungkinan para pengusaha menutup bisnisnya.”

“Secara teoritis, suatu bisnis akan melewati berbagai dinamika, mulai dari tumbuh, stabil, hingga menata ulang bisnisnya. Nah, saat ini mungkin kita berada di situasi menata ulang bisnis,” ujarnya.

Hal tersebut Mahelan sampaikan dalam seminar daring Bussiness Leadership Series 8: Crisis and The Global (Re)insurance Industry, yang digelar pada Sabtu (5/9/2020) oleh MM UGM dan KAFEGAMA MM.

Baca juga: Begini Strategi Myland untuk Selamatkan Jasa Raharja dari Krisis

Mahelan menjelaskan, sejak 2018, produk Jiwasraya yakni asuransi jiwa dan unit link berkembang dengan cukup baik.

Namun, pada tahun 2020, pergerakan asuransi jiwa dan unit link mulai melambat.

Demikian juga akumulasi pemegang polis dari segi jumlah mengalami penurunan. Tentu hal ini berimbas pada total penerimaan premi dan renewal.

Mahelan melihat adanya pergesaran paradigma di dunia asuransi seiring dengan disrupsi yang masif di masa pandemi.

“Sesuatu yang tadinya relevan kini menjadi tak relevan, sesuatu yang tadinya kompleks kini harus diubah menjadi lebih simple,” terangnya.

Baca juga: Kehadiran Pemikiran Besar Dibutuhkan untuk Mencapai Kemajuan