Guru Besar UGM Prof. Ir. Nindyo Soewarno, M. Phil., Ph. D Tutup Usia

90

BULAKSUMUR, KAGAMA – Keluarga besar civitas akademika Universitas Gadjah Mada (UGM) berduka cita. Salah seorang putra terbaiknya,  Prof. Ir. Nindyo Soewarno, M. Phil., Ph. D., meninggal dunia, Kamis (18/5/2017) di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta. Pakar Arsitektur dan Guru Besar Fakultas Teknik UGM ini tutup usia pada usia 72 tahun dengan meninggalkan seorang isteri dan empat anak.

Jenazah almarhum disemayamkan di Balairung untuk mendapatkan penghormatan terakhir dari keluarga besar UGM. Selanjutnya, jenazah dimakamkan di makam keluarga Astana Wirogunan, Kartosuro, Surakarta, Jawa Tengah, Jum’at (19/5/2017). Upacara penghormatan dan pelepasan jenazah dihadiri keluarga dan kerabat almarhum serta segenap civitas akademika UGM.

Keluarga duka menerima ucapan duka cita dari kolega almarhum Prof Nindyo Soewarno dan keluarga besar civitas akademika UGM (foto Firsto AP/Humas UGM)
Keluarga duka menerima ucapan duka cita dari kolega almarhum Prof Nindyo Soewarno dan keluarga besar civitas akademika UGM (foto Firsto AP/Humas UGM)

“Atas nama Keluarga Besar UGM, kami menyampaikan rasa duka yang mendalam. UGM kehilangan salah satu putra terbaik dalam bidang arsitektur,” kata Ketua Dewan Guru Besar UGM, Prof. Dr. Ir. Putu Sudira, M. Sc., saat menyampaikan sambutan dalam upacara pelepasan jenazah.

Putu menyampaikan, almarhum selama ini dikenal sebagai Guru Besar Fakultas Teknik yang memiliki komitmen besar kepada UGM dan bangsa Indonesia. Kecintaan terhadap ilmu pengetahuan terutama bidang arsitektur telah memberikan banyak inspirasi bagi lahirnya penelitian arsitektur terutama terkait kajian lintas ilmu.

Almarhum selalu menekankan bahwa keilmuan saat ini, termasuk Ilmu Teknik Arsitektur berkembang  sangat pesat karena keterkaitan dengan bidang-bidang ilmu lainnya. Hal ini terlihat jelas dalam pidato pengukuhan berjudul “Arsitektur Perantau”. Dalam pidatonya dipaparkan tentang arsitektur kaum migran yang sarat dengan kajian bidang kependudukan, kebijakan publik, sejarah, dan kajian budaya.

Jenazah almarhum Prof Nindyo Soewarno dimakamkan di makam keluarga Astana Wirogunan, Kartosuro, Surakarta, Jawa Tengah (foto Firsto AP/Humas UGM)
Jenazah almarhum Prof Nindyo Soewarno dimakamkan di makam keluarga Astana Wirogunan, Kartosuro, Surakarta, Jawa Tengah (foto Firsto AP/Humas UGM)

“Dalam melaksanakan tugas pendidikan dan penelitian, almarhum selalu konsisten mengembangkan studi multidisiplin. Apa yang ditekuni dan diajarkannya ini sangat sesuai dengan semangat UGM saat ini menggalakkan penelitian multidisiplin,”paparnya.

Dalam daftar riwayat hidup yang dibacakan Dekan Fakultas Teknik UGM, Prof. Ir. Panut Mulyono, M. Eng., D. Eng., diketahui bahwa almarhum dikenal sebagai staf pengajar Departemen Arsitektur UGM sejak 1973. Almarhum pernah menjabat sebagai Kepala Prodi Pascasarjana Teknik Arsitektur UGM. [Humas UGM/Ika/rts]