Guru Besar Termuda Fakultas Kehutanan UGM Didapuk Jadi Deputi Lembaga Riset Kehutanan Dunia

2126
Masa bakti Prof. Maryudi dimulai sejak Novemer 2019-Oktober 2024. Foto: Istimewa
Masa bakti Prof. Maryudi dimulai sejak Novemer 2019-Oktober 2024. Foto: Istimewa

KAGAMA.CO, BULASSUMUR – Dosen Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Ahmad Maryudi didapuk sebagai Deputy Coordinator Divisi 9 Forest Policy and Economics, pada lembaga International Union of Forest Research Organizations (IUFRO).

Prof. Maryudi merupakan profesor termuda yang dikukuhkan pada 2017, saat dia berusia 41 tahun.

Masa bakti Prof. Maryudi dimulai sejak Novemer 2019-Oktober 2024.

Divisi 9 merupakan divisi yang terbesar di IUFRO, membawahi 6 sub divisi dan 27 grup riset.

Divisi tersebut fokus pada isu politik dan kebijakan kehutanan berupa ‘sciency-policy interface’, yaitu tentang bagaimana mengintegrasikan pengetahuan ke dalam pembuatan kebijakan.

Baca juga: Jadi Lulusan Terbaik Berkat Sering Ngobrol dengan Orang Jepang

Tak hanya itu, beberapa masalah lain, seperti ekonomi dan sosial sumberdaya hutan; analisis sektor kehutanan; hukum dan legislasi lingkungan/kehutanan; serta manajemen informasi, seperti media discourse juga ditangani divisi ini.

Guru besar bidang besar bidang Kebijakan Kehutanan ini menyebut, tugas Deputy Coordinator bersama coordinator adalah mengkoordinasi dan memberi arahan riset bagi peneliti di semua sub divisi dan grup riset.

“Selama ini, partisipasi peneliti di Indonesia lebih banyak sebagai anggota pasif saja, tidak banyak yang mengampu peran koordinatif dan direktif, dan belum ada yang di level divisi,” ujar pria kelahiran 7 Juni 1976 ini.

IUFRO merupakan lembaga non-profit yang didirikan 1982 sebagai jaringan peneliti seluruh dunia.

Saat ini, lembaga tersebut memiliki anggota sekitar 700 organisasi dan 15 ribu peneliti dari 127 negara.

Baca juga: Susunan Pengda KAGAMA Jateng Periode 2020-2025 Bertabur Daun Muda