Guru Besar Fakultas Kehutanan UGM Ungkap Peran Hutan dalam Melindungi Manusia dari Penyakit

705

Baca juga: Peneliti UGM Bikin Bilik Disinfektan untuk Bantu Bersihkan Tubuh dari Paparan Virus

“Sistem kekebalan nenek moyang selaras dengan lingkungannya selama jutaan tahun,” terang Agus.

Mengutip hasil studi Universitas Yale mengenai Naturallintelegence, Agus menerangkan bahwa alam dan semesta tak hanya menyenangkan, tetapi juga mendorong kesehatan fisik dan fungsi kogniif.

Aktivitas di alam terbuka juga dapat mengurangi peradangan, meningkatkan jumlah sel pembunuh alami dan meningkatkan pertahanan kekebalan tubuh.

Tak hanya itu, aktivitas di luar rumah juga dapat memperluas aktivitas fungsional sel-sel antivirus untuk meningkatkan jumlah protein antikanker intraseluler.

Sementara, aroma alami phytoncide yang dikeluarkan oleh pohon hijau menyebabkan peningkatan aktivitas pembela kekebalan garis depan manusia.

Baca juga: Kisah Alumnus Antropologi UGM tentang Cleaning Service yang Bekerja di Tengah Corona

Agus kemudian mengungkap manfaat kesehatan yang bisa didapat dari alam.

Salah satunya adalah dapat memperbaiki kualitas kehidupan yang lebih sehat, bermartabat, dan berkelanjutan.

Sebuah studi kesehatan lingkungan tahun 2016 mengungkapkan tingkat kematian 12 persen lebih rendah pada orang yang hidup dekat dengan alam.

Menurut Agus, sistem kekebalan tubuh membutuhkan hutan, lingkungan, dan alam semesta yang sehat, bukan taman atau perkebunan yang steril.

Perilaku manusia yang tamak mengakibatkan hilangnya fungsi hutan dan air, sehingga menimbulkan bencana alam dan antropogenik mematikan.

“Pagebluk Covid-19 yang mengunci aktivitas Kita diharapkan menyadarkan kita meningkatkan sistem kekebalan tubuh kita.”

“Menjaga kesehatan diri dan lingkungan lebih baik daripada menjalani pengobatan dari penyakit yang mematikan,” pungkas Agus. (Ez/-Th)

Baca juga: Dato Sri Tahir Gelontorkan Rp52 Miliar untuk Bantu Lawan Corona di Tiga Daerah