KAGAMA.CO, YOGYAKARTA – Gerakan global gotong royong berbasis empat pilar yakni rantai wirausaha, pasar wirausaha, kualitas wirausaha, dan merk wirausaha atau yang dikenal dengan G2R Tetrapreneur dinilai sebagai model kewirausahaan yang dapat mengangkat potensi desa .

Hal tersebut disampaikan Gubernur DIY Sri Sultan HB X dalam sambutannya yang dibacakan oleh Staf Ahli Bidang Perekonomian Pemda DIY Moedji Rahardjo, SH, M.Hum, dalam kegiatan Expose dan Launching produk unggulan G2R Tetrapreneur di Jogja City Mall, pada Senin (19/11/2018) lalu.

Sultan menyebutkan dengan dirilisnya produk unggulan G2R Tetrapreneur ini menandai hadirnya suatu kegiatan yang mengangkat kearifan lokal dan ekonomi bawah. Selain itu, diangkatnya nilai gotong royong dalam model G2R Tetrapreneur akan meningkatkan semangat kolaboratif masing-masing aktor baik individu maupun organisasi dalam mewujudkan kepentingan yang lebih besar.

Karenanya Sultan mengapresiasi  program model kewirausahaan G2R Tetrapreneur. Model ini berakar dari semangat kolektif masyarakat Indonesia yang mengangkat budaya gotong royong sebagai base line-nya.

“Ekonomi yang betul adalah ekonomi gotong royong sebagai cerminan ekonomi nasional. Dalam aspek ekonomi, gotong royong merupakan aspek makro yang tidak hanya diterjemahkan sebagai kebersamaan, tetapi lebih jauh dapat diaplikasikan dengan karakter teposeliroArtinya, sekecil apapun harus ada yang lain, jangan sampai ada yang namanya monopoli,” urainya.

Dalam kesempatan itu Sultan tak lupa menyampaikan komitmen pemerintah DIY dalam rangka mendukung penerapan G2R Tetrapreneur. Pihaknya akan memfasilitasi gerakan tersebut tidak hanya dalam bentuk pemberian bantuan dana dan secara adminsitratif saja. Namun juga dukungan manajerial mulai dari pembentukan unit khsusu G2R Tetrapreneur hingga penyediaan lembaga advokasi hukum dan SDM akan memudahkan dan mengakselerasi penerapan G2R Tetrapreneur di Yogyakarta.

Expose dan Launching produk unggulan G2R Tetrapreneur merupakan kegiatan yang diselenggarakan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat (BPPM) DIY bekerjasama dengan UGM. Adapun produk G2R Tetrapreneur yang di-launching memiliki berbagai variasi bentuk kemasan dengan tujuan menyasar berbagai lapisan masyarakat dan karakter pasar. Setiap produknya dikonsep mempunyai empat jenis kemasan yaitu kemasan ritel, reguler, souvenir, dan premium.

Model G2R Tetrapreneur merupakan salah satu program unggulan Pemda DIY bekerjasama dengan UGM yang mengangkat karya inovasi keilmuan akademisi Indonesia Rika Fatimah P.L., S.T., M.Sc., Ph.D, sebagai konseptor dan Tenaga Ahli G2R Tetrapreneur.

Selain kegiatan expose dan launching produk unggulan G2R Tetrareneur, beberapa kegiatan seperti talk show inovasi branding yang dipandu oleh Konseptor dan Tenaga Ahli G2R Tetrapreneur Rika Fatimah P.L., S.T., M.Sc., Ph.D., dengan nara sumber Ivan Lanovara, Ph.D. dari HDCI; Akhmad Febriyanto Tri Hidayat mewakili Yayasan S2C; Fery Gunardi mewakili manajemen JCM; Nohan Mahendra dari Silol Kopi & Eatery; Yunita Anggraeni mewakili Sambel Layah, dan dihadiri juga oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY Drs. Tri Saktiyana, MSI serta Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah DIY Endang Siwi Ediningsih, ST., MM.

Tak hanya itu, dalam kegiatan ini  juga diselenggarakan dine-in and experiencingproduk unggulan G2R Tetrapreneur, pemilihan best selfie/ groupfie, best membatik logo G2R Tetrapreneur, best imitating traditional performancebest audienceserta hiburan yang ditampilkan oleh kedua desa binaan yaitu Desa Wukirsari dan Girirejo.

Konseptor dan tenaga ahli G2R Tetrapreneur Rika Fatimah menyampaikan Desa Wukirsari dan Girirejo, Bantul merupakan desa binaan yang  telah melewati rantai wirausaha dan menghasilkan empat produk unggulan desa. Produk tersebut adalah ceriping pisang, ceriping gadung, wedang uwuh tradisional dan instant, serta edu wisata. Saat ini kedua desa telah memasuki inisasi fase pembentukan pasar wirausaha.

“Semoga melalui acara ini bisa menjadi media bagi masyarakat untuk mengenal produk unggulan G2R Tetrapreneur beserta berbagai keunggulan dalam proses dan tujuan produksinya sehingga kemudian menjadi produk pilihan utama bagi masyarakat,” harapnya. (Humas UGM/Ika)