Pada talk show tersebut, wanita yang akrab disapa Prof. Uut itu mengenalkan metode penelitian demam berdarah dengue (DDBD) menggunakan bakteri alami Wolbachia kepada audiens yang didominasi mahasiswa Kedokteran. Peneliti Utama yang Bulan Mei lalu mengadakan konser piano tersebut menyampaikan tahapan penelitian yang telah dimulai sejak 2011 secara detail.

“Salah satu hal terpenting dalam penelitian ini adalah kesediaan masyarakat untuk menjadi orang tua asuh telur nyamuk,” jelasnya.

Tanpa peran serta masyarakat, menurutnya, penelitian yang didanai oleh Yayasan Tahija tersebut mustahil terlaksana. Keterlibatan masyarakat dalam penelitian WMP Yogyakarta bukan merupakan hal instan.

WMP Yogyakarta menyadari bahwa keberhasilan sebuah riset kesehatan hanya bisa diperoleh apabila penerimaan dan keterlibatan publik diupayakan. Oleh karena itu berbagai strategi untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat diterapkan.

Koordinator Pengelolaan Pengetahuan dan Penyertaan Masyarakat WMP Yogyakarta, Ranggoaini Jahja, mengatakan bahwa strategi sosialisasi disesuaikan dengan target audiens yang ingin dijangkau.

“Pendekatan kreatif dalam sosialisasi banyak kami gunakan saat beraktivitas di Kota Yogyakarta,” jelas wanita yang akrab disapa Nieke itu.