KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Dewasa ini kafe identik dengan tempat untuk bersantai dan melepas penat sambil menikmati secangkir kopi. Tak jarang, kafe dibuat tidak sekadar mengedepankan nikmatnya hidangan. Namun, suasana yang nyaman turut dipertimbangkan. Karenanya, kafe menjadi pilihan menarik untuk berbincang santai dengan kolega atau mencari ide dalam berkarya.

Setelah terlibat beberapa kali dalam talk show di media, baik radio maupun televisi, untuk pertama kalinya World Mosquito Program (WMP) Yogyakarta menyelenggarakan sebuah talk show yang dikemas secara menarik. Sebagai sebuah proyek penelitian kelas dunia, WMP Yogyakarta menyelenggarakan event Goyang Bareng Wolbachia (GBW) pada Jumat (14/09/2018) sore di Kafe IKM, Universitas Gadjah Mada.

Peneliti utama WMP Yogyakarta, Prof. Adi Utarini menunjukkan telur nyamuk kepada audien.(Humas WMP)
Peneliti utama WMP Yogyakarta, Prof. Adi Utarini menunjukkan telur nyamuk kepada audien.(Humas WMP)

Sejatinya, GBW merupakan talk show seperti pada umumnya. Namun terdapat beberapa hal menarik yang menjadi pembeda.

Pertama, pemilihan lokasi. Kafe yang terletak di kompleks gedung program studi Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FFKKMK) UGM merupakan pilihan tepat. Tempat tersebut merupakan tempat dicetaknya para dokter yang akan terjun ke masyarakat. Hal menarik berikutnya terdapat pada susunan acaranya.

Sebelum masuk pokok bahasan, peneliti utama WMP Yogyakarta, Prof. Adi Utarini, membuka talk show dengan dentingan keyboardnya. Pun di penghujung acara, Ia kembali memainkan lagu berirama rancak dan mengajak audiens untuk bergoyang bersama.