Kutuk Tindakan Terorisme

Alumnus Kehutanan UGM dan Universitas Wisconsin AS tersebut mengingatkan bahwa tujuan Perkumpulan GNI-BERBANGSA yang didirikannya yakni turut mendukung pemerintah untuk mewujudkan Indonesia yang berstau, bermartabat, dan sejahtera.

Sebagaimana diketahui, GNI-BERBANGSA ia dirikan bersama Prof. Sri Adiningsih (Ketua Wantimpres), Djarot Kusumayakti (mantan Dirut BULOG), Rudhito Widagdo ( Diplomat Senior), Marsda Pur. Suwitno Adi, Rukmi Hadihartini, GBPH Prabukusumo, Irjen Pol. Pur Bekto Suprapto, Dr. Bambang Hendrono ( Sekjen KLHK), Dr. Agus Justianto (Kabadan Litbang KLHK), Letjen Pur. Rasyid Qurnaen (alm), Mayjen Pur. Suwandi (mantan Dan Paspampres), Dr. Petrus Gunarso, Dr. Tjipta (Perhutani), dr. Fransiska Indrayani, Dina Hidayana dan lainnya.

GNI-BERBANGSA dalam Hari Bumi dan Hari Air Sedunia, 2018 di Jogjakarta, launching ikon program MERTI KALI CODE.(Foto: Dok. Panitia)
GNI-BERBANGSA dalam Hari Bumi dan Hari Air Sedunia, 2018 di Jogjakarta, launching ikon program MERTI KALI CODE.(Foto: Dok. Panitia)

Personil GNI-BERBANGSA juga didukung oleh unsur Sekretariat Organisasi Mahasiswa Lokal (SOMAL) antara lain Siswono Yudohusodo, Tito S., Aam Muharam, Prof. Sritomo, dr. Peter Manoppo, Rukmihadi, Bambang Waspodo, Aat Faturahman, Henny Andries, Nursaadah, Anton Prasojo, Fikriana, M. Isnaeni, Fuad Azis, Dyah Sudiro, Duma Tando dan Miranty Abidin.

Dalam kesempatan tersebut, mereka mengutuk keras terjadinya tindakan brutal terorisme di Mako Brimob dan kejadian pengeboman gereja maupun Mapolres di Jawa Timur.

“Terorisme harus dilawan dan dihentikan. Dukung revisi UU Terorisme, serta tindakan tegas aparat pemerintah mengamankan kehidupan damai masyarakat”, ujar Transtoto dalam penutup orasinya di depan 300 hadirin.[TH]