Gerakan Rimbawan dan Masyarakat Peduli Hutan (GRMPH) Mulai Menggeliat, Ini Agendanya

172
Para rimbawan UGM dalam rapat awal persiapan Deklarasi Nasional Rimbawan Sadar dan Peduli Hutan dan Lingkungan. Foto: Istimewa
Para rimbawan UGM dalam rapat awal persiapan Deklarasi Nasional Rimbawan Sadar dan Peduli Hutan dan Lingkungan. Foto: Istimewa

KAGAMA.CO, YOGYAKARTA – Apa yang diperjuangkan oleh Transtoto Handadhari, alumnus kehutanan UGM angkatan 1971 itu mulai menggeliat.

Ambisinya untuk memperjuangkan kelestarian fungsi Sumber Daya Hutan (SDH) dan ekosistem lingkungan bagi kesejahteraan bangsa dan pembangunan mendapatkan banyak dukungan dari berbagai kalangan.

Termasuk dari pihak pemerintahan dan DPR-RI/Politikus, BUMN Kehutanan, Akademisi, Asosiasi, Korporasi, Media Massa, Senior Rimbawan, Seniman dan masyarakat luas.

“Hutan yang punya peran sangat penting sebagai life supporting system yang telah lama terlanjur rusak dan kini terus mengalami tekanan harus diselamatkan bersama,” ujarnya.

Rapat Perdana tanggal 26 November 2019 di Resto Pulau Dua, Jakarta, menyepakati dibentuknya Gerakan Rimbawan dan Masyarakat Peduli Hutan (GRMPH).

“Gerakan ini dibentuk untuk ikut mendorong dan membantu pemerintah melakukan perbaikan fungsi hutan dan SDH dengan hati bersih tanpa kecurangan,” ungkap Transtoto kepada KAGAMA, belum lama ini.

Deklarasi GRMPH, kata transtoto, akan dilakukan secepatnya dalam rangka menyamakan persepsi, visi dan misi GRMPH.

Baca juga: Alumni UGM Ajak Seluruh Masyarakat Indonesia Jaga Kelestarian Hutan

Dia berharap deklarasi dapat dilakukan segera akhir tahun 2019 ini.

“Kami berharap Bapak Jokowi sebagai Rimbawan dan Presiden, bisa hadir menerima tekad kami semua yang tanpa pamrih pribadi ingin melihat kembali kejayaan hutan tropis terbesar ketiga di dunia milik kita ini,” harap Transtoto.

Mantan Dirut Perum Perhutani 2005-2008 ini dengan optimis dan bersemangat juga menyatakan tekad perjuangan GRMPH: “Hutan Kita Tak Boleh Hilang.”

Dukungan atas pembentukan GRMPH-pun terus mengalir.

Tercatat anggotanya berisi dari hampir semua komponen bangsa yang bersiap ikut peduli, mencintai dan bertanggung jawab terhadap kelestarian dan kemanfaatan hutan.

Ada nama-nama besar seperti Prof. Dr. Sri Adiningsih (ekonom/birokrat/Ketua Wantimpres RI), Ir. Djamaludin Suryohadikusumo (Menhut 1993-1998), Djarot Kusumayakti ( Dirut BULOG 2016-2019), Handriyo (Dubes RI di Brunei).

Ada juga para mantan eselon I Dr. Untung Iskandar, Ir. Surachmanto, Ir. Waskito Suryodibroto, Ir. Wardono Saleh, Ir. Soebagyo Hadiseputro, Dr. Asep Karsidi, Dr. Bambang Setiadi, Dr. Iman Santoso, Dr. Harry Santoso, Dr. Agus Justianto, Dr. Hartono, Dr. Yetty Rusli, Ir. Sutino. Petinggi TNI/POLRI antara lain Letjen TNI (pur) Soegiono, Letjen TNI (pur) Burhanudin Amin, Irjenpol (pur) Bekto Suprapto dan Mayjen TNI (pur) Suwandi.

Baca juga: Rimbawan KAGAMA Sebut Kerusakan Hutan di Indonesia Bukan Hanya karena Korporasi