KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Keilmuan Geografi dalam era big data membawa arah perkembangan pendidikan tinggi pada inovasi.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Geografi Dr. Andri Kurniawan, S.Si, M.Si,  dalam Seminar Nasional Geografi II di Auditorium Merapi, Fakultas Geografi, pada Sabtu (17/11/2018).

Acara dengan tema “Pemanfaatan Big Data dalam Pengembangan Keilmuan Keilmuan Geografi” ini dianggap relevan dengan perkembangan keilmuan geografi yang memerlukan sumber data dan Internet of Things (IoT).

Andri melanjutkan, Seminar Nasional Geografi II merupakan wujud implementasi dari tugas kampus UGM agar selalu adaptif dan responsif terhadap perubahan, salah satunya big data. Saat ini Fakultas Geografi tengah mengembangkan berbagai macam aplikasi berbasis big data, salah satunya quick disaster. 

Dengan adanya pengembangan tersebut, kata Andri, harapannya bisa menjadi pengetahuan baru yang mampu memfasilitasi dan meningkatkan kualitas bersama.

“Selain dapat diterapkan langsung dalam masyarakat, pengembangan ini diharapkan pula mampu mendorong pengambilan kebijakan terkait perencanaan wilayah,” ujarnya.

Terobosan-terobosan terbaru yang memanfaatkan big data dalam keilmuan geografi juga menjadi bukti kontribusi dari generasi muda untuk masyarakat. Sebagai pemateri, Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti Dr. Muhammad Dimyati, M.Sc, menyampaikan bahwa anak bangsa harus mampu memanfaatkan inovasi-inovasi yang telah dibuat.

Terlebih lagi, Indonesia akan mengalami bonus demografi, sehingga generasi muda yang berada di usia produktif tidak hanya mengandalkan produk dari luar negeri saja.

“Generasi muda harus mulai menunjukkan inovasinya yang kreatif supaya bermanfaat bagi masyarakat,” imbuhnya. (Tita Meydhalifah)