Ganjar Pranowo: Strategi Seimbangkan Rem dan Gas Terbukti Telah Berikan Hasil Positif

31
Ganjar mengajak segenap lapisan masyarakat khususnya warga KAGAMA untuk tetap taat menjalankan protokol kesehatan dengan benar. Foto: Ist
Ganjar mengajak segenap lapisan masyarakat khususnya warga KAGAMA untuk tetap taat menjalankan protokol kesehatan dengan benar. Foto: Ist

KAGAMA.CO, JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Pusat KAGAMA, Ganjar Pranowo mengatakan Pandemi yang melanda Indonesia dan 215 negara lain di dunia, telah menimbulkan dampak yang sangat luar biasa.

Dalam waktu yang sangat cepat, pandemi telah menimbulkan  unprecedented crisis. Yakni krisis di bidang kesehatan sekaligus krisis di bidang ekonomi.

Berdasar data per 11 Desember 2020, kata Ganjar, sebanyak 68 juta warga dunia terpapar virus Corona. Sebanyak 1,5 juta jiwa telah meninggal dunia.

Di Indonesia, jumlah kasus telah mencapai 600 ribu dengan total kematian sebanyak 18.511 jiwa.

Selain itu jutaan warga dunia terdampak krisis ekonomi. Banyak yang usahanya berhenti, omzetnya turun, atau kehilangan penghasilan dan pekerjaan.

Baca juga: Alumni Psikologi UGM Angkatan ’83 Luncurkan Buku Perjalanan Hidup Satu Angkatan

Pertumbuhan ekonomi berbagai negara mengalami kontraksi yang sangat hebat, terjun bebas, sebagian besar minus. Banyak negara-negara di dunia terseret masuk ke dalam jurang Resesi.

Indonesia juga mengalami dampak yang sama. Ekonomi Indonesia sempat tumbuh positif di kuartal pertama, namun terkontraksi ke titik terendah di kuartal kedua menjadi minus 5,32 %, lalu pelan-pelan membaik ke angka minus 3,49 % di kuartal ketiga.

Hal tersebut disampaikan Ganjar dalam sambutan sekaligus membuka acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) pada Sabtu (12/12/2020) yang dilaksanakan secara daring.

Rakernas KAGAMA diikuti lebih dari 400 orang Pengurus KAGAMA dari semua tingkatan baik yang berdomisili di dalam negeri maupun luar negeri.

Alumnus Fakultas Hukum UGM tersebut mengatakan kondisi yang sulit ini tidak boleh membuat bangsa Indonesia menyerah atau pesimis.

Baca juga: Rumah Dahor yang Kaya Sejarah Ini Jadi Latar Video Nitilaku KAGAMA Balikpapan