Kabarkagama.com, Den Haag – Ketua Umum Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) periode 2014-2019, yang juga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meresmikan berdirinya KAGAMA Belanda.

Peresmian diikuti 60 alumni UGM di Belanda dan berlangsung sederhana namun meriah pada acara temu KAGAMA di Ruang Nusantara KBRI Den Haag (4 Oktober 2015).

Selain silaturahmi antar-alumni dan peresmian KAGAMA Belanda, Ganjar juga sekaligus melantik pengurus KAGAMA Belanda. Terpilih sebagai ketua adalah Hero Marhaento, yang kini sedang mengambil program S3 di Universitas Twente.

Acara dibuka secara resmi pada pukul 19:00 waktu setempat oleh Kuasa Usaha Ad-interim KBRI Den Haag Ibnu Wahyutomo, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan hymne Universitas Gadjah Mada (UGM).

“Rasanya saya tidak perlu memperkenalkan tamu kita malam ini, karena beliau sudah sangat terkenal di Indonesia,” ujar KUAI sambil memberi isyarat ke arah Ganjar.

Gubernur Ganjar Pranowo berada di Belanda dalam rangka kunjungan kerja selama dua pekan di tiga negara, dari 28 September hingga 9 Oktober 2015.

Selain Belanda, Ganjar dan delegasi yang berjumlah 21 orang juga berkunjung ke Suriname dan Jerman.

Kunjungan kerja tersebut bertujuan untuk mengembangkan dan memperluas kerjasama di sektor investasi, perdagangan, industri, sumberdaya alam, infrastruktur, pendidikan, pariwisata dan budaya.

Usai mengesahkan dan melantik pengurus KAGAMA Belanda, Ganjar menyampaikan ucapan selamat dan berharap kepengurusan baru ini dapat memberikan sumbangsih nyata bagi bangsa dan bagi UGM sebagai almamater.

“Semoga KAGAMA Belanda bisa menjadi wadah untuk mengembangkan serta menerapkan ilmu dan keahlian, demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat, bangsa dan negara,” cetus Ganjar, alumnus Fakultas Hukum UGM.

Ganjar mengatakan bahwa banyak alumni UGM yang hingga saat ini menduduki posisi-posisi penting di Indonesia.

“Melalui KAGAMA, potensi alumni UGM ini diharapkan bisa lebih maksimal dalam membantu menguraikan persoalan bangsa,” tegas Ganjar.

Ganjar menekankan, ada dua PR (pekerjaan rumah, red) besar yaitu kedaulatan pangan dan kedaulatan energi, mengingat kekayaan alam yang dimiliki Indonesia.

“Kedua PR itu perlu dipikirkan dengan serius dan segera dikerjakan,” pungkas Ganjar.

Setelah memberikan sambutan, Ganjar menerima buku Bunga Rampai Ide-Ide dan Gagasan Mahasiswa Indonesia di Belanda Untuk Pembangunan Jawa Tengah langsung dari tangan ketua baru Kagama Belanda Hero Marhaento.

Sebelum meninggalkan ruangan, Ganjar berpesan bahwa pertemuan ini adalah pertemuan untuk membangun.

“Saya optimistis dan berharap apa yang dikerjakan alumni di sini bisa membantu menyelesaikan PR yang sedang dihadapi Republik. Saya tunggu ide-ide dan masukan Anda semua, yang nantinya akan saya teruskan kepada Presiden,” demikian Ganjar.
(detik.com)