Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan Nostalgia Saat Jadi Aktivis Bulaksumur, Lalu Joged Tiktok Bareng

408
Dua jebolan Kampus Kerakyatan ini  berbagi kisah soal kehidupan semasa menjadi aktivis mahasiswa. Foto: Istimewa
Dua jebolan Kampus Kerakyatan ini  berbagi kisah soal kehidupan semasa menjadi aktivis mahasiswa. Foto: Istimewa

KAGAMA.CO, JAKARTA – Nostalgial kehidupan mahasiswa memang menjadi sesuatu yang menyenangkan untuk dikenang.

Hal itu diceritakan oleh Gubernur Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di acara Mata Najwa pada Rabu (19/2/2020).

Dalam kesempatan tersebut, hadir pula Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil sebagai narasumber.

Dua jebolan Kampus Kerakyatan itu  berbagi kisah soal kehidupan semasa menjadi aktivis mahasiswa.

Ganjar yang mengawali pembicaraan mengungkapkan bahwa mahasiswa yang keren pada masanya ialah yang mengenakan celana robek.

Baca juga: 30 Tahun Mengabdi, Ketua KAGAMA Sleman Sebut Alumni UGM Low Profile Sejak Dulu

“Selain pakai celana robek, rambut gondrong dan jarang mandi itu dianggap keren.  Mahasiswa zaman dulu juga gemar ngebut pakai motor brompit,” ucap Ketua PP KAGAMA ini.

Tak mau kalah dengan Ganjar, Anies Baswedan juga berbagi kisah soal bagaimana sulitnya menjalin kisah cinta zaman mahasiswa.

“Yang sulit ketika masa kuliah adalah kos dan nggak punya telepon, jadi caranya bagaimana? Ya ditunggu ketika pulang kuliah, itu saja kadang nggak ketemu. Kalau mau ketemu juga kadang nggak dapat izin dari ibu kosnya,” tutur Anies.

Tak hanya bercerita soal romantika mahasiswa, Anies juga mengungkap perihal aktivisme mahasiswa di zamannya.

Menurut alumnus Fakultas Ekonomika dan Bisnis ini, kala masih mahasiswa, aktivisme terbilang monoton.

Baca juga: KAFEGAMA DIY Resmi Dilantik, Berikut Susunan Pengurusnya