Ganjar Pranowo Angkat Bicara Soal Keraton Agung Sejagat di Purworejo

175
Ganjar mengimbau supaya adanya kelompok ini tidak meresahkan masyarakat. Foto: Tribun Solo
Ganjar mengimbau supaya adanya kelompok ini tidak meresahkan masyarakat. Foto: Tribun Solo

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Jagat maya kini tengah dihebohkan dengan adanya sekelompok orang di  Desa  Pogung Jurutengah, Bayan, Purworejo, Jawa Tengah, yang mendeklarasikan Keraton Agung Sejagat (KAS).

Deklarasi tersebut dipimpin oleh seorang yang mengaku sebagai raja, yaitu Totok Santosa Hadiningrat.

Mereka merupakan kerajaan baru usai 500 tahun runtuhnya kerajaan Majapahit.

Dikatakan bahwa pengikutnya telah mencapai 450 orang.

Deklarasi tersebut berjalan meriah pada Minggu (12/1/2020) dengan gelaran pawai di kecamatan Bayan.

Sang raja bersama permaisuri, Dyah Gitarja, mengendarai kuda dengan dikawal serombongan pasukan yang memakai kostum kerajaan.

Dalam deklarasi tersebut, Totok mengaku bahwa KAS merupakan induk dari seluruh negara di dunia.

Baca juga: Langkah Sigap Menlu Retno Marsudi Cegah Ketegangan Amerika Vs Timur Tengah

“Keraton Agung Sejagat,  yang merupakan induk dari segala kerjaan, koloni, dan republik di dunia ini menyatakan menjadi juru damai terhadap konflik yang terjadi di seluruh dunia, dengan memperbaiki sistem kedaulatan dan sistem ekonomi serta moneter secara global,” tutur Totok.

Lantaran viral di jagat maya dan media sosial, seperti Instagram dan Twitter, hal itu mengundang komentar dari gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Ganjar mengimbau supaya adanya kelompok ini tidak meresahkan masyarakat.

Ketua Umum Pengurus Pusat Kagama ini  berharap pemerintah Kabupaten Purworejo segera melakukan pendekatan lebih lanjut.

Ganjar juga meminta kepada pihak KAS untuk melakukan komunikasi lebih lanjut kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat.

Hal ini guna membuktikan soal catatan sejarah dan melakukan pendekatan pada ahli di perguruan tinggi bila diperlukan.

“Lebih baik jika ada perguruan tinggi yang mendampingi, sehingga semua dokumen yang ada dapat didiskusikan dan teruji secara ilmiah,” ucap Ganjar. (Ezra)

Baca juga: Jalin Kerja Sama dengan Tiongkok, Indonesia Siap Jadi Raja Aluminium di Rumah Sendiri