Ganjar Pranowo Ajak Alumni Berkontribusi Atasi Persoalan Negeri

67

Baca juga: Kagama Goes to Munas Gelar Gerakan Bali Resik Sampah Plastik

Sebanyak 50 persen sampah diolah menjadi energi listrik yang memenuhi kebutuhan listrik 10.000 rumah.

Sampah yang didaur ulang tersebut terbukti tidak mengandung bahan yang berbahaya.

“Pembangunan berorientasi lingkungan, ini yang perlu diupayakan. Kira-kira bisa nggak alumni UGM menyelesaikan persoalan ini?” tandas Ganjar.

Alumnus Fakultas Hukum itu mengatakan, dalam upaya menanganinya diperlukan orang-orang dari berbagai disiplin ilmu.

Misalnya dari Psikologi, bisa melihat bagaimana perilaku yang harus dikembangkan.

Baca juga: KKN UGM Gandeng PP KAGAMA Kembangkan Kawasan Perkotaan Baru Rasau Jaya

Intinya bagaimana orang-orang di masing-masing bidang keahliannya mampu menciptakan ekosistem baru yang menjawab persoalan sampah plastik.

Menurut Ganjar, mendaur ulang sampah plastik sampai menjadi sumber penghasilan merupakan model bisnis baru.

Sociopreneurship menjadi hal penting dan bisa menjadi salah satu cara untuk mengembangkan model bisnis baru ini.

Diceritakan oleh Ganjar, dirinya mengumpulkan sampah plastik dan disimpan di rumah dinasnya, dan beberapa waktu lalu menyelenggarakan Kongres Sampah.

“Saya mikir keras bagaimana limbah sebanyak itu bisa didaur ulang. Akhirnya saya buat hashtag di media sosial #ganjardaurulangsampah, terus Saya kasih hadiah,” ujar Ganjar.

Baca juga: Kagama Papua Barat Ajak Seluruh Alumni Bangun Tanah Papua

Berkat idenya itu, banyak warga menyulap sampah plastik menjadi barang-barang yang dapat dimanfaatkan lagi.

“Di sisi lain sampah memiliki nilai ekonomis. Sociopreneur itu kuncinya. Ilmu itu ada di teman-teman semuanya,” kata Ganjar.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk membuang, mengelola, dan membersihkan sendiri sampah tersebut.

Dewasa ini, politik sampah menjadi salah satu permasalahan yang paling genting.

Upaya recycle sampah plastik sedang diupayakan UGM.

Mengapa Sweden bisa berhasil mengatasi persoalan sampah, sedangkan di Indonesia belum?

Kesadaran menjadi salah satu persoalan sekaligus solusinya. Ganjar mengatakan bahwa ini soal peradaban dan pendidikan.

“Selamat datang di dunia nyata. Ada banyak kesempatan bagi kita untuk berkontribusi pada Indonesia dan kemanusiaan,” ucap Ganjar menyambut calon alumninya.

Wisuda periode ini bakal digelar dua kali pada 21-22 Agustus, dengan jumlah wisudawan sebanyak 3.758. (Kinanthi)

Baca juga: Tentang Fresh Graduate yang Menolak Gaji Rp 8 Juta dan Persoalan Dunia Kerja Mereka