Ganjar: Anak Butuh Pendampingan Khusus dari Orang Tua dan Guru Selama KBM di Rumah

25
Ganjar menyarankan kepada guru dan orang tua agar bisa memberikan kegiatan yang menyenangkan, tetapi juga bermanfaat bagi perkembangan pengetahuan anak. Foto: Ist
Ganjar menyarankan kepada guru dan orang tua agar bisa memberikan kegiatan yang menyenangkan, tetapi juga bermanfaat bagi perkembangan pengetahuan anak. Foto: Ist

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Selama pandemi, Kegiatan Belajar Mengajar (SDM) di rumah kerap membuat anak menjadi cepat bosan dan jenuh.

Sebab, mental dan pikiran anak juga belum siap menghadapi perubahan ini.

“Rasa jenuh itu juga mungkin muncul dari faktor sarana belajar yang terbatas. Akhirnya anak mau belajar di rumah, tetapi dengan terpaksa. Ini kritik juga bagi kami selaku pelayan masyarakat,” ujar Ketua Umum PP KAGAMA, Ganjar Pranowo.

Hal tersebut dia sampaikan dalam webinar bertema Pendemi Covid-19 Ciptakan Generasi Tangguh Indonesia.

Acara ini digelar oleh Departemen Kajian Isu Pengembangan SDM dan Kebudayaan PP KAGAMA, pada Minggu (28/6/2020).

Baca juga: Berawal dari Suka Baca Koran, Alumnus Ilmu Komunikasi UGM Ini Sekarang Jadi Bos Ovo

Menurutnya, dalam situasi yang tidak pasti dan serba terbatas ini, anak membutuhkan pendampingan yang lebih dari saat kondisi normal.

“Guru di samping memberikan pembelajaran yang menyenangkan, sebaiknya berkomunikasi dengan orang tuanya, agar anak dapat dikontrol dan didampingi selama KBM di rumah,” ujar Gubernur Provinsi Jawa Tengah ini.

Bersamaan dengan itu, anak perlu dikenalkan dengan berbagai kondisi yang terjadi saat ini.

Sampaikan kepada anak bahwa semua orang kini harus beradaptasi dan bertahan, sambil menyemangati bahwa balajar di rumah bukan sesuatu yang buruk.

Ganjar menyarankan kepada guru dan orang tua agar bisa memberikan kegiatan yang menyenangkan, tetapi juga bermanfaat bagi perkembangan pengetahuan anak.

Baca juga: Strategi Pemerintah Ciptakan Bonus Demografi yang Berkualitas