G2R Tetrapreneur Komitmen Kembangkan UMKM DIY

144
Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur merupakan salah satu program unggulan Pemda DIY. Foto: Rica
Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur merupakan salah satu program unggulan Pemda DIY. Foto: Rica

KAGAMA.CO, YOGYAKARTA – Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur merupakan salah satu program unggulan Pemda DIY yang telah memasuki tahun kedua dan semakin berkembang.

Penciptaan pasar non kompetisi merupakan target G2R Tetrapreneur di tahun 2019.

Salah satu upaya untuk mencapai target tersebut yaitu dengan memperkenalkan G2R Tetrapreneur sebagai pasar non-kompetisi global dalam Forum Journalist Visit Program (JVP) Afrika dan Pasifik serta Forum J.Clair di Jepang, pada 10-11 Juli 2019 di DIY.

JVP merupakan salah satu program dari Kementerian Luar Negeri yang bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI.

Acara ini mengundang banyak wartawan dari mancanegara untuk berkunjung ke Indonesia dan meliput berbagai kegiatan yang telah dipersiapkan.

Ada 14 wartawan yang hadir dari negara Asia Pasific. Foto: Rica
Ada 14 wartawan yang hadir dari negara Asia Pasific. Foto: Rica

Baca juga: Henri Suhardja, Ajak UMKM Naik Kelas di Era Digital

Kali ini, ada 14 wartawan yang hadir dari negara Asia Pasific, yakni Cote D’Ivoire, Madagaskar, Mozambik, Senegal, Uganda, Papua New Guinea, Fiji, Kiribati, Nauru, The Solomon Islands, Vanuatu, Nauru, dan Tuvalu.

Saat menghadiri acara tersebut, konseptor dan tenaga ahli G2R Tetrapreneur, Rika Fatimah P.L., S.T, M.Sc., Ph.D menjelaskan JVP berperan sebagai sarana penyebaran informasi tentang Indonesia di bidang Polugri, diplomasi ekonomi, dan IPTEK terutama pada media, sosial budaya, dan pariwisata.

DIY merupakan salah satu provinsi yang menjadi tujuan kunjungan JVP.

Ada pun pihak yang berperan sebagai fasilitator yaitu Arief Hidayat dari Dinas Perizinan dan Penanaman Modal (DPPM) DIY.

“Mereka menyampaikan tentang keistimewaan DIY secara komprehensif dari berbagai aspek, seperti pelestarian budaya hingga peran pemudanya,” ujar Rika.

Baca juga: Digitalized Capacity dan Gerakan Sosial Pemuda, Solusi Hadapi Tantangan Digitalisasi UMKM