G2R Tetrapreneur Diskusikan Esensi Darurat Pangan dan Strateginya

77
Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur terus berusaha bersinergi seluas-luasnya dengan berbagai pihak. Foto: Ist
Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur terus berusaha bersinergi seluas-luasnya dengan berbagai pihak. Foto: Ist

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur terus berusaha bersinergi seluas-luasnya dengan berbagai pihak.

Inovasi gotong royong tersebut tidak hanya dilakukan secara konvensional di bidang sosial budaya, tetapi juga pada aspek ekonomi hingga intelektual.

Kebersamaan menyatukan pikiran, semangat dan pandangan menjadi semakin terakselerasi di tengah Pandemi Covid-19.

“G2R tetrapreneur terus bergerak, berkarya dan mengedepankan visi bangsa melalui potensi-potensi kearifan lokal, serta kekayaan sumber alam dan SDM Indonesia,” jelas konseptor dan Tenaga Ahli G2R Tetrapreneur, sekaligus Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, Rika Fatimah P.L., S.T., M.Sc., Ph.D. kepada Kagama.

Untuk itu, kata Rika, dengan visi besarnya yang ingin membangun desa, G2R Tetrapreneur bersama Perserikatan Bumdesa Indonesia (PBI), Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Tani Center LPPM IPB akan menggelar seminar daring nasional.

Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur terus berusaha bersinergi seluas-luasnya dengan berbagai pihak. Foto: Ist
Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur terus berusaha bersinergi seluas-luasnya dengan berbagai pihak. Foto: Ist

Baca juga: Cornelis Lay Berpulang, Celengan Bambu dari Kupang Jadi Kenangan

Seminar digelar pada 5 Agustus 2020 yang bertajuk Nasib Kedaulatan Pangan Ada di Tangan Siapa? Esensi Darurat Pangan, Sinergi Peran, dan Strategi BUMDesa pada Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

“Seminar ini sebagai salah satu bentuk perhatian terhadap ketahanan pangan, mengingat sektor ini menjadi masalah sangat rentan bermasalah di tengah Pandemi Covid-19.”

“BUMDesa merupakan badan usaha milik desa yang dapat mengambil peran dalam mewujudkan ketahanan pangan sebagai salah satu aspek penegak kedaulatan pangan,” tutur Rika.

Ada pun pembicara yang akan hadir, sebagai pemberi sambutan antara lain Rika dan Kepala Tani Center LPPM IPB, Dr. Ir. Hermanu Triwidodo, M.Sc.

Seminar juga menghadirkan narasumber, yaitu Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah I, Kementrian Dalam Negeri, Drs. Nyoto Suwignyo, MM,; Ketua Paguyuban BUMDesa Wonosobo, H. Akhmad, Praktisi & Gugus Tugas COVID-19 Provinsi Jawa Barat; Kepala Desa Garantung, Kec.Maluku, Kalteng Irwan Lubis Supardiono; dan BUMDesa Karya Madani Sejahtera, Slorok-Garum Blitar, Jawa Timur, Lilis Ana Piara.

Baca juga: Upaya Dirjen KSDAE Selamatkan Harimau Sumatera dari Kepunahan