G2R Tetrapreneur Budaya Siapkan Produk Unggulan Berbasis Kearifan Lokal Jogja

183
G2R Tetrapreneur Budaya merupakan bentuk komitmen keberlanjutan Pemda DIY dalam pengentasan kemiskinan dan ketimpangan sosial di seluruh wilayah DIY. Foto: Istimewa
G2R Tetrapreneur Budaya merupakan bentuk komitmen keberlanjutan Pemda DIY dalam pengentasan kemiskinan dan ketimpangan sosial di seluruh wilayah DIY. Foto: Istimewa

KAGAMA.CO, YOGYAKARTA – Produk unggulan masing-masing Unit G2R Tetrapreneur Budaya di 5 (lima) desa, terpilih untuk memperkenalkan dan mendapatkan review serta umpan balik  dari calon mitra industri, komunitas, dan asosiasi di DIY.

Mereka akan diundang untuk memantapkan kelayakan produk yang rencananya akan diluncurkan pada Oktober 2019 mendatang.

Untuk itu dibutuhkan serangkaian kesiapan, salah satunya kegiatan Penilaian Kualitas Produk dan Kemasan Produk Unggulan Unit Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur Budaya.

Kegiatan ini telah dilaksanakan pada Selasa (10/9/2019) di Dinas Koperasi dan UMKM DIY.

Penilaian Kualitas Produk dan Kemasan Produk Unggulan Unit Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur Budaya. Foto: Istimewa
Penilaian Kualitas Produk dan Kemasan Produk Unggulan Unit Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur Budaya. Foto: Istimewa

Baca juga: G2R Tetrapreneur Gandeng 20 Mitra Ciptakan Pasar Non-Kompetisi untuk Produk-Produk Desa

Angkat Budaya dan Kearifan Lokal

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM DIY, Ir. Srie Nurkyatsiwi, M.M.A. dalam sambutannya menyampaikan G2R Tetrapreneur Budaya berbeda dengan pendekatan pengentasan kemiskinan lainnya.

G2R Tetrapreneur Budaya belum menentukan produk unggulan di awal mulai kegiatannya.

Namun, produk unggulan benar-benar ditentukan oleh dan dari seluruh elemen masyarakat Desa bersama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) dan Pemerintah Desa (Pemdes).

Dalam acara tersebut konseptor dan Tenaga Ahli G2R Tetrapreneur, Rika Fatimah P.L., S.T., M.Sc., Ph.D. melakukan edukasi calon mitra tentang G2R Tetrapreneur Budaya.

Baca juga: G2R Tetrapreneur Komitmen Kembangkan UMKM DIY