FK-KMK dan Kagamadok Gelar Konser Amal untuk Bangun Kota Difabel

40

Baca juga: Produk Inovasi UGM Dipamerkan di Medical Fair Thailand

Prioritas untuk Kaum Marginal

Dijelaskan olehnya, pengurus Kagamadok baru terbentuk belum lama, dan akan dilantik secara resmi oleh Ketua PP Kagama pada Oktober mendatang.

Secara garis besar pengurus baru Kagamadok menekankan adanya visi dan misi yang berkarakter dan kerakyatan.

“Kerakyatan dalam hal ini lebih ke arah kaum-kaum marginal. Nah, konser amal ini kan related sekali dengan visi kita,” tandas Suhardjanto.

Ia menjelaskan, dalam kepengurusan ini Kagamadok akan konsen membuat pilot project di pinggiran Nusantara, khususnya di Papua.

Baca juga: Butimo, Inovasi Mesin Batik Tulis Karya Peneliti UGM

Bangun Kota Difabel di Kebumen

Peran Ascendia Project dalam penyelenggaraan konser amal sangat besar.

Sebaliknya kegiatan ini juga membantu mewujudkan visi mereka.

Reza selaku CEO sekaligus alumni FK-KMK mengutarakan, Ascendia Project merupakan lembaga nirlaba yang berfokus pada pembimbingan dan pengasahan keterampilan pada penyandang disabilitas agar bisa lebih berdaya dan mandiri, khususnya di wilayah Kebumen.

Dikatakan oleh Reza, Kebumen merupakan salah satu kabupaten termiskin di Jawa.

“Penyandang disabilitas ada 12 ribu. Orang-orang yang disabilitas sebagian besar merupakan tuna grahita,” ungkap Reza.

Baca juga: Cara Mengatasi Perbedaan Pendapat Saat Berdiskusi