Falsafah Hidup Mengalir adalah Kunci Dedy Permadi Jadi Staf Khusus Kementerian Kominfo

203
Staf Khusus Kementerian Kominfo, Dedy Permadi, tak pernah berpikir tentang jalan hidupnya kelak setelah lulus dari Hubungan Internasional UGM. Foto: Kominfo
Staf Khusus Kementerian Kominfo, Dedy Permadi, tak pernah berpikir tentang jalan hidupnya kelak setelah lulus dari Hubungan Internasional UGM. Foto: Kominfo

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Dedy Permadi, Ph.D mengatakan bahwa masa-masa kuliahnya dulu di Hubungan Internasional (HI) UGM tergolong biasa-biasa saja.

Sebagai mahasiswa angkatan 2004, Dedy sesekali menghabiskan waktu dengan jajan di kawasan Selokan Mataram selepas kuliah.

Kadang-kadang makan mi ayam di dekat SMAN 3 Yogyakarta, kadang-kadang pula jalan-jalan ke pantai dan bernyanyi karaoke bersama teman-temannya.

Sambil mengenang candaan dari temannya, lelaki asal Gunung Kidul ini mengaku menikmati masa-masa kuliahnya kala itu.

“Dulu waktu semester satu saya sering ditanya teman, “Sudah mandi belum?’,” kata Dedy sambil tersenyum.

Baca juga: Menu Makanan Khas Ndeso Warung Kopi Klotok Bikin Antrean Mengular

“Maklum, pada 2004 dulu, Gunung Kidul masih sering kekeringan,” sambungnya, dalam webinar DiskusHI 4# yang digelar Keluarga Alumni HI UGM (KAHIGAMA) belum lama ini.

Dedy tak memungkiri apa pun yang dijalani dalam hidupnya ini seakan mengalir saja.

Itu seperti masuk HI UGM, ketika dia menuruti pilihan sang ibu.

Bahkan ketika lulus sarjana pada 2007, pria kelahiran 1986 ini tak pernah terpikirkan untuk jadi dosen HI UGM.

Apalagi Staf Ahli Bidang Digital dan SDM Kementerian Kominfo (Komunikasi dan Informatika), yang merupakan pekerjannya saat ini.

Baca juga: Masa Mahasiswa Ketua IGEGAMA Sibuk Jadi Mapala Hingga Atlet Gantole