Fakta di Balik Pertemuan Jokowi-Prabowo Menurut Temuan CfDS FISIPOL UGM

48
Tagar-tagar yang bermunculan di jagad twitter memiliki sentimen tersendiri (baik pro maupun kontra). Foto: Jawa Pos
Tagar-tagar yang bermunculan di jagad twitter memiliki sentimen tersendiri (baik pro maupun kontra). Foto: Jawa Pos

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Presiden terpilih Joko Widodo pada Sabtu (13/7/2019) lalu mengadakan pertemuan dengan Prabowo Subianto di Stasiun MRT Senayan Jakarta.

Pertemuan itu digelar usai sidang sengketa hasil pemilihan presiden (Pilpres) 2019 di Mahkamah Konstitusi RI.

Berdasarkan temuan Center for Digital Society (CfDS) Universitas Gadjah Mada, terdapat fakta-fakta menarik berdasarkan studi yang dilakukan terhadap warganet di jagad twitter.

CfDS mengadakan riset populer dengan tajuk ‘Respon Warganet Twitter terhadap Pertemuan Jokowi-Prabowo’.

Dalam riset yang merujuk pada data Twitter selama periode 13-16 Juli 2019, kemunculan tagar menjadi salah satu indikator dalam menilai reaksi warganet.

Upaya Rekonsiliasi?

Uniknya, dalam proses pengambilan data terhadap berbagai tagar yang dipicu dengan kata kunci ‘Jokowi dan/atau Prabowo’, kata ‘rekonsiliasi’ ramai digunakan.

Namun hal tersebut tidak serta merta dapat diartikan sebagai bentuk rekonsiliasi yang sesungguhnya karena beberapa tagar yang memuat kata ‘rekonsiliasi’ justru memuat sentimen anti-rekonsiliasi, seperti ‘#Rek0nsiliasiMbahmu’ atau ‘#0p0sisiTanpaRek0nsiliasi’.

“Satu hal yang dapat disimpulkan adalah terdapat kecenderungan warganet yang mengidentifikasikan pertemuan antara Jokowi dan Prabowo dengan aksi rekonsiliasi baik dengan sentimen pro maupun kontra,” ujar Trevilliana Eka Putri selaku Manager Digital Intelligence Lab CfDS pada Jumat (19/7/2019) di kampus FISIPOL UGM.

Baca juga: Presiden Jokowi Dijadwalkan Hadiri Munas Kagama 2019