MUHAMMAD Fahmi Husein, mahasiswa jurusan Komunikasi dan Sistem Informatika Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada angkatan 2016 masuk nominasi lima besar desain terbaik Muscle Car Indonesia Electric Car Design Contest. Tema desain mobil yang Fahmi usung adalah mobil listrik roadster (atap terbuka) dengan model elegan berwarna merah yang berjalan memaksimalkan aliran angin.

Persiapan lomba itu Fahmi akui sangat cepat. Hanya 1,5 bulan dari deadline tanggal 31 Januari 2017. Fahmi mengetahui info kompetisi itu dari laman facebook yang ia buka. Total 87 pendaftar, baik tim maupun individu dalam kompetisi tersebut dari seluruh Indonesia. Penilaian presentasi dilihat dari konsep, desain, teknis, dan juga bahan material desain mobil.

“Seleksi pertama itu pakai like di facebook dan instagram. Jadi, desain kita diupload oleh official account sana, terus yang lolos ke tahap selanjutnya itu yang lebih dari lima ribu like. Ada 17 karya yang lolos presentasi di Tangerang,” cerita Fahmi.

Fahmi bersama kawan kuliah SV UGM [Foto Ashilly Achidsti/KAGAMA]
Fahmi bersama peserta yang masuk Lima Besar [Foto ISTIMEWA]

Fahmi bercerita tentang hambatannya selama mengikuti lomba tersebut. Waktu itu ia membuat konsep agak lama. Kurang dari satu bulan baru membuat model untuk tiga dimensinya.

“Buat modelnya juga terlalu singkat. Biasanya saya buat itu dua bulan, karena itu mepet hanya 1,5 bulan. Kebetulan itu juga pas liburan. Jadi, saya ngelembur terus sampai malam,” kenangnya.

Mayoritas peserta dari kompetisi tersebut berasal dari Jurusan Desain Industri. Fahmi mengaku peserta yang memiliki latar belakang jurusan Komputer dan Sistem Informatika hanya dia. Rupanya prestasi Fahmi dalam kompetisi sejenis pun sudah ada sejak Sekolah Menengah Pertama ketika Fahmi mengikuti kompetisi ICT Awards tahun 2010.  Sejak itu kalau ada lomba dan peluang Fahmi memiliki tekad untuk selalu ikut.

Fahmi bersama kawan kuliah SV UGM [Foto Ashilly Achidsti/KAGAMA]
Fahmi di antara peserta kompetisi [Foto ISTIMEWA]
Semangat Fahmi untuk berkarya sangat menginspirasi. Fahmi yang berkebutuhan khusus dengan menggunakan kursi roda tidak pernah lelah untuk terus berkarya. “Lakukan apa yang kita bisa. Saya bisanya kan di komputer, saya lakukan itu. Kejar impian dan passion. Jangan takut keterbatasan menghalangi,” pesan Fahmi pada seluruh mahasiswa di Indonesia. [Ashilly Achidtsi]