Esti Hayu, Dosen Senior yang Santai Berkarier

400
Saat kuliah, Esti banyak membantu ibunya yang bekerja sebagai perias pengantin dan menerima catering makanan di sela-sela waktunya. Foto: Psikologi UGM
Saat kuliah, Esti banyak membantu ibunya yang bekerja sebagai perias pengantin dan menerima catering makanan di sela-sela waktunya. Foto: Psikologi UGM

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Sejak dulu Dr. Esti Hayu Purnamaningsih, M.S, (63 tahun) memang memiliki minat besar menempuh studi di Psikologi.

Esti adalah mahasiswa angkatan 1975 dan mengawali kariernya sebagai asisten dosen di sebuah biro konsultasi psikologi pada 1985.

Dalam memulai perjalanan kariernya itu, Esti banyak belajar dari dosen-dosen seniornya.

Diceritakan oleh Esti, semasa kuliah, ia memang sudah sempat kepikiran menjadi dosen di masa depan.

Namun, keinginan tersebut tidak langsung terwujud, karena Esti masih memiliki pertimbangan untuk mengikuti jejak calon suaminya.

Setelah meraih gelar doktornya, ia diamanahi untuk menjadi Kaprodi. Foto: Psikologi UGM. Foto: Kinanthi
Setelah meraih gelar doktornya, ia diamanahi untuk menjadi Kaprodi. Foto: Psikologi UGM. Foto: Kinanthi

Baca juga: Turunkan Gejala Depresi dengan Terapi Menulis

“Calon suami mau kerja  di luar kota waktu itu. Ya, pada saat itu belum menikah. Tapi kita harus menyesuaikan dengan rencana ke depannya,” ungkap Esti kepada KAGAMA belum lama ini.

Setelah lulus menjadi sarjana, Esti bekerja di IPTN, Bandung, sedangkan calon suaminya bekerja di Jakarta.

Setelah calon suaminya beberapa kali pindah tugas ke berbagai kota, Esti dan calon suaminya resmi menikah dan tinggal di Yogyakarta.

“Suami saya diterima di UGM sebagai dosen. Saya juga ikut menjadi dosen setelah mengikuti seleksi dari lowongan yang ada,” ungkap alumnus yang menyelesaikan pendidikan sarjana hingga doktornya di Fakultas Psikologi UGM itu.

Menurut Esti, persaingan untuk menjadi dosen tidak seketat sekarang.

Baca juga: Kurangi Trauma Penyintas Kekerasan Seksual dengan Terapi Ini

Kala itu, tenaga pengajar di UGM memang kurang, sehingga banyak tawaran dari kampus untuk menjadi dosen.

“Saya sih orangnya biasa-biasa saja sejak dulu hingga sekarang. Jadi, mahasiwa tidak harus punya nilai cumlaude atau bagaimana, yang penting jalan,” tandas Esti.

Esti begitu menikmati masa kuliahnya di Fakultas Psikologi. Ia mengaku selalu terkesan dengan ilmunya.

Di sisi lain, suasana kekeluargaan di Kampus Kerakyatan begitu hangat.

“Hubungan antar teman maupun dengan kakak kelas, tidak seperti rekan profesional atau senior dan junior, tetapi seperti kakak adik,” jelas perempuan yang lahir di Pemalang ini.

Baca juga: Pintar Menyikapi Berita Hoaks di Media Sosial