Era Perubahan Radikal Bisa Ditangani oleh Pemimpin yang Ambigu

70
Direktur Utama BUMN PT Pupuk Kujang, Bambang Eka Cahyana, menjadi pembicara dalam acara Pembekalan Calon Wisudawan Pascasarjana UGM periode dua, Selasa (21/1/2020). Foto: Tsalis
Direktur Utama BUMN PT Pupuk Kujang, Bambang Eka Cahyana, menjadi pembicara dalam acara Pembekalan Calon Wisudawan Pascasarjana UGM periode dua, Selasa (21/1/2020). Foto: Tsalis

KAGAMA.CO, BULAKSUMURMenjadi Sang Pemenang adalah tema dialog dalam Pembekalan Calon Wisudawan Pascasarjana UGM periode dua.

Hal itu disampaikan oleh Dr. Bambang Eka Cahyana, Dirut PT Pupuk Kujang, Selasa (21/1/2020) di Grha Sabha Pramana.

Bambang mengaku, tema tersebut dia ambil mengingat audiens yang hadir merupakan calon wisudawan S2 dan S3.

Di mata Bambang, mereka adalah orang yang tengah memasuki fase untuk berkontribusi.

Pria kelahiran Bantul ini menyarankan para wisudawan mesti memahami cara yang diambil guna bisa berkontribusi, di tengah perubahan zaman yang serba tidak pasti.

Sektor transportasi menjadi salah satu fenomena yang dia lihat mengalami perubahan yang amat kentara.

“Mobilitas akan mengalami perubahan yang sangat signifikan. Jadi seseorang  dari satu wilayah ke wilayah lain akan dilakukan dengan mudah,” kata Bambang.

Baca juga: Suroso, SIP, M.A.: Kagama Menyentuh Papua Barat Lebih Dekat

“Secara simultan, orang juga akan bisa mengerjakan pekerjaan-pekerjaan lain sembari dia bermobilitas,” jelas lulusan Fakultas Kehutanan UGM angkatan 1991 ini.

Pria kelahiran 15 Mei 1967 ini mencontohkan, dalam beberapa tahun mendatang, ibu-ibu karier masa depan akan berdandan atau menyuapi anaknya sambil bepergian.

Hal itu bisa dilakukan karena mobil yang dikendarai sudah dikendalikan secara otomatis.

Karena itu, Bambang memandang perubahan zaman yang terjadi sungguh sangat radikal.

Dalam hal ini, pria yang mengawali karier di PT Trisida Pantau (1991) ini menggarisbawahi bahwa orang-orang yang bisa berkontribusi bukanlah yang terkuat atau yang tercerdas.

Akan tetapi, lanjut Bambang, dia yang paling cekatan merespons perubahan.

“Jadi begitu kembali berdinas ke tempat kerja, kita mesti berkontribusi dengan melakukan perubahan secara cepat,” ujar Bambang.

Baca juga: Prof. Agus Sartono: Informasi Asimetris Harus Diperkecil untuk Menghindari Kegagalan Kebijakan