Ekonom UGM Sebut Tidak Ada Trade-Off antara Nyawa dan Ekonomi

157
Ekonom UGM, Gumilang Aryo Sahadewo menyebut, ekonomi akan cepat tumbuh bilamana tingkat kematian dan tingkat penyebaran pandemi bisa diminimalkan. Foto: Antara
Ekonom UGM, Gumilang Aryo Sahadewo menyebut, ekonomi akan cepat tumbuh bilamana tingkat kematian dan tingkat penyebaran pandemi bisa diminimalkan. Foto: Antara

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Covid-19 telah berdampak pada perekonomian Indonesia.

Melansir Google Mobility Report, ekonomi Indonesia menurun. Aktivitas transit ke stasiun, ke supermarket, hingga ke tempat kerja berkurang.

Ekonom UGM, Gumilang Aryo Sahadewo, MA, Ph.D menuturkaan bahwa hal ini pernah terjadi pada 1918 di Spanyol.

Penurunan ekonomi sebesar 6 persen di negara tersebut terjadi setelah munculnya pandemi Flu Spanyol.

Pandemi tersebut menurunkan imbal balik surat utang dan meningkatkan inflasi. Negara ini kemudian menerapkan kebijakan kesehatan masyarakat.

Baca juga: Gandeng Dompet Dhuafa, FKG UGM Bantu APD dan Nutrisi Tim Covid-19 RSUP Dr. Sardjito

Mempelajari studi yang dilakukan oleh Correia, Luck, dan Verner pada 2020, Gumilang menegaskan, kematian berkorelasi negatif dengan pertumbuhan sektor manufaktur, penyerapan tenaga kerja manufaktur, aset bank, dan konsumsi.

“Namun, kota-kota yang menerapkan intervensi lebih lama dan intensif memiliki pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi usai pandemi,” ungkapnya.

Gumilang membabar hal tersebut dalam Seminar Online Beradaptasi Dengan Norma Baru di Masa Krisis Covid-19 yang digelar oleh Departemen Ilmu Ekonomi FEB UGM pada Selasa (14/04/2020).

Perekonomian, kata Gumilang, akan cepat tumbuh bilamana tingkat kematian dan tingkat penyebaran pandemi bisa diminimalkan.

Gumilang menegaskan, tidak ada trade-off antara nyawa dan ekonomi.

Baca juga: Cerita Ketua KAGAMA Bogor Raya Berguru kepada Orang-orang Berdarah Biru Semasa Kuliah