Duta Besar RI Serahkan Surat-Surat Kepercayaan Kepada Presiden Belarus, Aleksander Lukashenko

50
Dubes RI bersama Menlu Belarus, Vladimir Makei
Dubes RI bersama Menlu Belarus, Vladimir Makei

MOSKOW, Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus, Mohamad Wahid Supriyadi telah menyerahkan surat-surat kepercayaan (letter of credentials) kepada Presiden Belarus, Aleksander Lukashenko di Istana Kemerdekaan di Minsk, Belarus, Senin  (13/12).

Prosesi penyerahan credentials diawali pukul 09.10 waktu Minsk (13.10 WIB) ketika Dubes Wahid dijemput dari hotel dan berangkat menuju Istana Kemerdekaan Belarus dengan didampingi seorang Pejabat Kemlu Belarus. Dalam perbincangan singkat dengan Presiden Lukashenko setelah penyerahan credentials yang dimulai tepat pukul 10.00 pagi, Dubes Wahid menyampaikan salam    hangat dari Presiden Joko Widodo kepada Presiden Lukashenko yang pernah berkunjung ke Indonesia pada tahun 2013 dan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kerja sama bilateral kedua negara

Dalam pidatonya, Presiden Lukashenko menyampaikan arti penting Indonesia sebagai negara  terbesar di ASEAN bagi Belarus seraya menyatakan keinginan Belarus untuk memperkuat kerja sama di berbagai bidang dan memaksimalkan potensi ekonomi perdagangan yang ada saat ini untuk keuntungan kedua negara. Presiden Lukashenko juga menyampaikan harapannya agar Dubes Wahid dapat terus meningkatkan hubungan kerja sama yang sangat baik  yang telah terjalin antara kedua negara selama ini.

1-dubes-et-all

Pada kesempatan kunjungan kehormatan kepada Menteri Luar Negeri Belarus, Vladimir Makei sehari sebelumnya, Menlu Makei tekankan arti penting Indonesia bagi Belarus dan menyampaikan apresiasi atas intensitas saling kunjung pejabat tinggi kedua negara selama ini. Kedua negara memiliki banyak peluang kerja sama yang belum digali secara maksimal dan Menlu Makei  menyambut baik rencana penunjukan seorang Konsul Kehormatan Indonesia di Minsk sebagai tahap awal pembukaan Kedutaan Besar Indonesia di Belarus.

Dubes Wahid sependapat dengan pandangan Menlu Makei dan menyampaikan perlunya  mendorong peningkatan hubungan perdagangan dan investasi kedua negara mengingat neraca perdagangan masih defisit cukup besar di pihak Indonesia sebesar USD  119,7 juta. Dubes Wahid   juga menyampaikan kesiapan Indonesia untuk memasok berbagai produk ekspor unggulan Indonesia seperti sayuran dan buah-buahan tropis serta CPO yang dibutuhkan Belarus.

Pada kesempatan tersebut, Dubes Wahid juga menyampaikan rencana KBRI Moskow untuk  menyelenggarakan Forum Bisnis di Belarus pada akhir bulan April 2017 untuk mempertemukan     pengusaha prospektif dari kedua negara. Menlu Makei menyatakan akan memberikan dukungan  sepenuhnya bagi kesuksesan acara tersebut.

Pada malam sebelumnya, Dubes Wahid telah mengadakan pertemuan dengan Ketua KADIN dan 7 pengusaha utama Belarus yang telah memiliki usaha di Indonesia. Dalam pertemuan tersebut disepakati rencana penyelenggaraan kegiatan forum bisnis pada akhir bulan April 2017 yang akan melibatkan pengusaha dari kedua negara. KADIN Belarus menyambut secara antusias rencana  tersebut, mengingat selama ini forum serupa belum pernah diselenggarakan sebelumnya.

Belarus telah membuka Kedutaan Besarnya di Jakarta pada tahun 2012 yang merangkap Malaysia, Singapura, Filipina dan ASEAN dan memiliki seorang Konsul Kehormatan di Surabaya yang  menunjukan nilai strategis Indonesia bagi Belarus. Duta Besar M. Wahid Supriyadi merupakan Duta Besar RI yang ke-7 sejak Indonesia membuka hubungan diplomatik dengan Belarus pada 18 Juni 1993. Selain Indonesia, penyerahan credentials kali ini juga diikuti oleh para Duta Besar dari Burkina Faso, Estonia, Eritrea, Finlandia, Kanada, Lithuania, Luxemburg, Mongolia, Perancis dan Tahta Suci Vatikan. (Sumber KBRI Moskow)