Dukungan terhadap UMKM Bisa Membuat Masyarakat Bertahan Hidup di Masa Pandemi

40
Ketua Umum PP KAGAMA, Ganjar Pranowo mengatakan, pemerintah dan masyarakat juga perlu memperhatikan hal-hal kecil, seperti memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk berkreasi membangkitkan ekonomi. Foto: Ist
Ketua Umum PP KAGAMA, Ganjar Pranowo mengatakan, pemerintah dan masyarakat juga perlu memperhatikan hal-hal kecil, seperti memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk berkreasi membangkitkan ekonomi. Foto: Ist

KAGAMA.CO, SEMARANG – Menerapkan peraturan ketat dalam pencegahan dan penanganan Covid-19 menjadi pilihan bagi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Ketua Umum PP KAGAMA sekaligus Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, pemahaman dan kesadaran masyarakat dalam konteks politik kesehatan turut mempengaruhi kesehatan ekonomi Indonesia.

“Dalam persoalan ini, para ilmuwan sosial diharapkan bisa membuat semacam social re-engineering.”

“Mungkin orang-orang ilmu hukum bisa menyampaikan, misalnya terkait aturan hukum yang barlaku dalam situasi pandemi Covid-19,” ujarnya.

Hal tersebut Ganjar sampaikan dalam webinar KAGAMA Inkubasi Bisnis (KIB) XIV: Pemulihan Ekonomi Indonesia di Masa Pandemi, yang digelar pada Minggu malam (27/9/2020) secara daring.

Baca juga: Budi Karya Sumadi: Covid-19 Terus Menyerang, Tapi Kita Harus Move On

Sanksi sederhana untuk orang-orang yang tidak mematuhi protokol kesehatan sempat diberlakukan oleh Ganjar.

Namun, kemudian dia menerima masukan terkait cara yang lebih efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

Yaitu dengan mengapresiasi semua orang yang mau mematuhi protokol kesehatan. Misalnya memberi hadiah kepada orang yang sudah memakai masker.

“Jadi, dari treatment negatif kita ubah jadi treatment yang positif. Seperti kata para psikolog, kita jangan hanya bicara soal hukuman, ada baiknya kita membicarakan soal kebaikan dan narasi baik,” tuturnya.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia, kata Ganjar, mulai melambat. Sejauh ini, sektor pertanian masih menjadi penyumbang yang positif bagi pertumbuhan ekonomi.

Baca juga: Ari Dwipayana: Pemulihan Ekonomi di Masa Pandemi Tidak Berdiri Sendiri