AMSTERDAM, KAGAMA – Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda, I Gusti Agung Wesaka Puja menghadiri Holland Festival. Dubes Puja juga berkesempatan menyaksikan pemutaran film Setan Jawa karya terbaik sineas Indonesia, Garin Nugroho. Dubes Puja juga sempat berbincang dengan Garin Nugroho dan pemeran utama perempuan, Asmara Abigail, yang menyempatkan hadir dalam pagelaran tersebut.

Setan Jawa adalah salah satu di antara karya Garin Nugroho yang ditampilkan pada Holland Festival. Film tersebut diputar pada 18 dan 19 Juni 2017 di  Muziekgebouw Aan ‘Tijn, Amsterdam. Sedangkan Holland Festival digelar sejak 3 Juni hingga 25 Juni 2017. Karya Garin Nugroho itu mendapat apresiasi dan antusiasme tinggi dari warga Indonesia serta warga Belanda yang memenuhi gedung berkapasitas hingga 500 orang.

Film hitam putih karya Garin Nugroho disajikan secara tidak biasa. Pemutaran film dilakukan bersamaan dengan keterlibatan pesinden, musisi, dan scores film melakukan aktivitas, seperti percakapan, menyanyi secara live. Karya unik itu melibatkan pemusik gabungan gamelan Jawa dan Bali serta lima orang pesinden yang menjadi narator utama Setan Jawa dengan orkestra modern. Pemutaran film yang diiringi musik secara langsung ini juga melibatkan musisi Belanda dan konduktor asal Australia, Iain Grandage.

Keunikan pemutaran Setan Jawa tersebut menjadikan pertunjukan film sangat menarik pengunjung. Bahkan, beberapa dari pengunjung menonton film tersebut sebanyak dua kali. Pemutaran film Setan Jawa sukses memukau para penonton yang hadir.

Setan Jawa merupakan suatu karya yang terinspirasi dari seni pertunjukan wayang kulit Indonesia. Bagi Garin Nugroho, wayang adalah suatu seni yang mengandung dua makna, yaitu realita dan mistis. Hal itu yang menjadikan film Setan Jawa memiliki konsep serupa dengan wayang dan mampu menciptakan daya tarik tersendiri bagi penonton yang datang dalam festival tersebut.

Jalan cerita Setan Jawa yang dibuat seperti berhalusinasi  mampu memerlihatkan kondisi yang sesungguhnya dari aspek kemiskinan di Pulau Jawa pada awal abad 20. Film ini diberi latar musik tradisional Jawa yang bernuansa mistis dengan konsep yang dibuat tradisional mungkin agar penonton tidak hanya sekadar menonton, namun juga dapat  merasakan bagaimana kondisi Pulau Jawa masa itu.

Film Setan Jawa bukan film Indonesia pertama yang diputar di Belanda. Namun, Setan Jawa memiliki perbedaan dan keunikan tersendiri. Setan Jawa memberikan pengetahuan kepada para penonton mengenai sejumlah aspek, salah satunya yaitu dari aspek budaya. Hal itu dimaksudkan untuk mengenalkan kebudayan Indonesia kepada seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Belanda. [rts]