Dubes Wesaka Puja Harapkan Warga Maluku Rukun di Belanda

21

GELEEN, KAGAMA – Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Belanda I Gusti Agung Wesaka Puja mengharapkan kehidupan masyarakat Maluku di Belanda hidup rukun. Dubes Wesaka Puja yang hadir beserta istri dalam acara “Pesta Maluku” di Pasar Festival Djempol di Geleen, Belanda, Jumat (5/5/2017) komunitas warga Maluku di Belanda sangat erat.

“Bagi kami, masyarakat Maluku ibarat ambulans tanpa sirinenya. Artinya, kita sangatlah dekat. Semoga masyarakat Maluku di Belanda makin rukun dan dapat memberikan kontribusinya dalam membangun dan menyejahterakan Maluku. Sehingga, daerah Maluku dapat berkembang pesat seperti daerah lain di Indonesia,” ujar alumnus FISIPOL UGM ini.

Pada kesempatan itu Gubernur Maluku Said Assagaf juga hadir di Pasar Festival Djempol. Said mengagendakan kedatangannya itu dalam rangkaian kunjungannya di Belanda  beserta delegasi  Pemerintah Provinsi Maluku.

Kesenian khas Maluku persembahan masyarakat Maluku di Belanda pada Pasar Festival Djempol (foto ISTIMEWA)
Kesenian khas Maluku persembahan masyarakat Maluku di Belanda pada Pasar Festival Djempol (foto ISTIMEWA)

Sehari sebelumnya, Said Assagaf memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Indonesia di Universitas Leiden dengan tema “Peran Pemerintah Daerah Maluku dalam Menjaga Kerukunan Antarumat Beragama”.

Acara yang bertajuk “Pesta Maluku” dibuka dengan tarian penyambutan oleh Sanggar Tari Polawano, terdiri putra-putri Maluku yang tinggal di Belanda. Lagu-lagu daerah Maluku juga dipersembahkan dalam acara tersebut.

Said Assagaf menyampaikan terimakasih dan apresiasi yang sangat besar terhadap panitia penyelenggara yang mengangkat kebudayaan Maluku di Belanda. Disampaikannya pula, Maluku saat ini menjadi salah satu daerah yang memiliki indeks kerukunan antarumat beragama tertinggi atau terbaik di Indonesia.

Said yang berkesempatan tampil menyanyikan lagu tradisional Maluku di atas panggung, menambahkan, pada 15 Mei 2017 pihaknya akan menyelenggarakan peringatan 200 tahun Pahlawan Nasional Thomas Matulessy, yang lebih terkenal dengan nama Pattimura. Disampaikannya pula, Saparua sudah dijadikan salah satu destinasi wisata budaya dan situs sejarah andalan Maluku sejak dua tahun belakangan. (rts)