MOSKOW, KAGAMA – Duta Besar (Dubes) RI untuk Rusia merangkap Belarus M Wahid Supriyadi mengapresiasi warga Rusia yang berminat belajar bahasa dan kebudayaan Indonesia. Kegiatan tersebut, menurut Dubes Wahid, termasuk diplomasi budaya yang dapat terus dikembangkan karena semakin mendekatkan hubungan antarmasyarakat kedua negara.

Apresiasi tersebut disampaikan Dubes Wahid, Senin (26/6/2017) di Wisma Duta Kedubes Moskow. Dubes Wahid juga memberikan optimisme kepada sejumlah 28 warga Rusia yang berminat belajar bahasa dan kebudayaan Indonesia. Mengingat, menurut Dubes Wahid, bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa Melayu yang dipakai sekitar lima juta orang di Sumatera Barat dan sekitarnya relatif mudah. Karenanya, bahasa Melayu ditetapkan sebagai bahasa persatuan bahkan jauh sebelum Indonesia merdeka, yaitu pada kongres Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.

Dubes M Wahid Supriyadi bersama guru-guru Sekolah Indonesia Moskow (SIM) - Foto ISTIMEWA
Dubes M Wahid Supriyadi bersama guru-guru Sekolah Indonesia Moskow (SIM) – Foto ISTIMEWA

“Saya yakin, anda akan senang tinggal selama sebulan di Indonesia. Orang Rusia perlu menunggu delapan bulan untuk dapat menikmati musim panas. Di Indonesia sepanjang tahun selalu musim panas sehingga anda bisa nongkrong di café setiap hari,” ujar Dubes Wahid yang pernah bertugas di Abu Dhabi disambut gelak tawa hadirin.

Kegiatan dengan tema “Peningkatan Kompetensi Bahasa Indonesia yang akan diikuti sejumlah 28 warga Rusia akana dilaksanakan di Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan (PPSDK), Sentul, Bogor, Jawa Barat, mulai 10 hingga 21 Juli 2017. Setelah itu, paa 21 hingga 25 Juli 2017, para peserta akan melanjutkan kegiatan di kota Kendari, Sulawesi Tenggara untuk menjalin kerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi di kota itu. Kemudian,  pada 25 hingga 27 Juli 2017 di kota Palu, Sulawesi Tengah diadakan kegiatan interaktif dengan pelajar dan guru setempat.

Dubes M Wahid Supriyadi saat menyampaikan sambutan (Foto ISTIMEWA)
Dubes M Wahid Supriyadi saat menyampaikan sambutan (Foto ISTIMEWA)

Selama di Kendari dan Palu, para peserta akan menginap (home stay) di rumah penduduk setempat untuk lebih mengenalkan mereka pada budaya setempat. Kegiatan yang baru pertama kali diselenggarakan ini terlaksana berkat kerjasama antara KBRI Moskow, Sekolah Indonesia Moskow (SIM) dan Badan Pengembangan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dalam rangka promosi bahasa dan budaya Indonesia di Rusia.

 Kepala Sekolah Indonesia Moskow (SIM) Sudirham dalam laporannya menyatakan, sejumlah 28 peserta kursus meliputi tiga orang dari LSM Inter-regional Public Organization (IPO), tujuh orang dari Academy of Public Administration, 11 orang dari berbagai sekolah menengah di Moskow dan sekitarnya, lima orang guru dan salah seorang bahkan menjabat sebagai wakil kepala sekolah serta dua orang dari Moscow State University.

Pesan Perdamaian dari Kosmonot Rusia, Valery Tokarev, kepada anak-anak Indonesia (Foto ISTIMEWA)
Pesan Perdamaian dari Kosmonot Rusia, Valery Tokarev, kepada anak-anak Indonesia (Foto ISTIMEWA)

Yang menarik lagi, Elena Blagoveshnskaya, seorang guru dari Dmytrovskaya Secondary School tidak tanggung-tanggung membawa 3 muridnya dalam program ini. Sebelumnya, selama empat bulan mereka mengikuti kursus bahasa Indonesia  yang diajarkan oleh dua guru SIM. Kursus tersebut adalah realisasi MoU kerjasama “Sister School” yang ditandatangani SIM dengan beberapa sekolah atau lembaga pendidikan di Moskow pada 2016.

Dalam program itu peserta menanggung sendiri biaya tiket pesawat dan pengeluaran pribadi lain, terkecuali untuk kursus dua minggu di Bogor, Jawa Barat di mana asrama dan konsumsi mereka ditanggung pihak PPDSK. Selain materi bahasa, para peserta juga akan dilatih tari dan musik yang difasilitasi Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Selain pembelajaran di kelas, para peserta juga akan melakukan ekskursi ke beberapa obyek wisata menarik di Jakarta dan Bogor.

Peserta kursus menikmati hidangan khas Indonesia (Foto ISTIMEWA)
Peserta kursus menikmati hidangan khas Indonesia (Foto ISTIMEWA)

Dalam acara ramah tamah, para guru dan peserta kursus bahasa Indonesia dijamu makan malam dengan menu khas Indonesia, seperti soto ayam, nasi kuning, perkedel kentang, bakwan goreng, ayam goreng tepung, tahu isi, dan kerupuk, serta puding dan es selasih sebagai pencuci mulut.  Sebelumnya mereka menyanyikan lagu ”Indonesia Tanah Airku” dengan cukup fasih. Presiden IPO, Tatyana Nazarenko bahkan secara khusus menyanyikan dua lagu ciptaannya dalam bahasa Rusia, yaitu “Indonesia” dan “Persahabatan Tanpa Sekat. “

Lagu ini saya ciptakan tahun 2013, dan baru kali ini dinyanyikan di depan Dubes dan para pejabat KBRI,” ujar Tatyana yang sangat mencintai Indonesia.

Dubes M Wahid SUpriyadi dan Tatyana Nazarenko dari IPO memegang logo burung Merpati simbol perdamaian (Foto ISTIMEWA)
Dubes M Wahid Supriyadi dan Tatyana Nazarenko dari IPO memegang logo burung Merpati simbol perdamaian (Foto ISTIMEWA)

Anna Rzhevskaia dari Akademi Administrasi Publik menyatakan sangat antusias untuk pergi ke Indonesia guna lebih mengenal budaya masyarakat Indonesia.

“Saya sangat senang karena setelah empat bulan ikut kursus bahasa Indonesia di Moskow, kini saya semakin memahami bahasa  yang digunakan lebih 250 juta orang Indonesia,”  ujar Anna, “Di lain waktu, saya ingin berkunjung lagi ke tempat-tempat lain di Indonesia agar semakin memahami adat istiadat masyarakat di sana,” ujar dara lajang ini. [rts]