Dubes RI Yakinkan Pengusaha Tiongkok untuk Berinvestasi ke Indonesia

16
Duta Besar RI sampaikan keynote speech di hadapan 500 pengusaha Tiongkok.(Foto: KBRI Beijing)
Duta Besar RI sampaikan keynote speech di hadapan 500 pengusaha Tiongkok.(Foto: KBRI Beijing)

KAGAMA.CO, XIAMEN – Indonesia adalah negara dengan berjuta peluang. Bukan hanya karena GDP yang terus meningkat, daya tarik Indonesia semakin kuat karena kondisi geografis, populasi dan sumber daya manusia produktif yang berkualitas serta sumber daya alam yang banyak.

Demikian disampaikan Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok Djauhari Oratmangun, di hadapan 500-an pengusaha Tiongkok.

Dalam kesempatan tersebut, Dubes Djauhari menyampaikan keynote speech pada Sichuan Southward Opening (Xiamen) International Cooperation Conference yang diselenggarakan di Xiamen, RRT, pada Sabtu (15/12/2018).

Duta Besar RI berdialog dengan Wakil Wali Kota Chengdu, Bapak Liu Jiedong.(Foto: KBRI Beijing)
Duta Besar RI berdialog dengan Wakil Wali Kota Chengdu, Bapak Liu Jiedong.(Foto: KBRI Beijing)

Konferensi tersebut diselenggarakan oleh Sichuan Provincial People’s Government bekerja sama dengan Sichuan Provincial Bureau of Economic Cooperation dan Sichuan Chamber of Commerce in Fujian, serta didukung oleh Xiamen Municipal Bureau of Economic and Information Technology, Foreign Affairs Office of Xiamen Municipal People’s Government dan Taiwan Affairs Office of Xiamen Municipal People’s Government.

Konferensi dihadiri oleh sekitar 500-an peserta yang berasal dari kalangan pengusaha dalam dan luar negeri Tiongkok, perwakilan Asosiasi Dagang Tiongkok di seluruh dunia. Selain itu, hadir pula perwakilan Asosiasi Dagang Provinsi Sichuan di seluruh Tiongkok, kalangan penasihat hukum, serta perwakilan Pemerintah Provinsi Sichuan dan Kota Xiamen.

Tujuan utama diselenggarakan konferensi adalah untuk mempromosikan potensi dan keunggulan ekonomi Provinsi Sichuan, serta meningkatkan kerja sama di antara kaum pebisnis Provinsi Sichuan dengan wilayah lainnya di Tiongkok maupun di kalangan pebisnis internasional.