Dubes RI di Tiongkok Arahkan Diplomasi Ekonomi untuk Transfer Teknologi Terkini ke Indonesia

50
Indonesia perlu memanfaatkan posisi strategis Tiongkok sebagai pemimpin ekonomi digital dunia saat ini untuk pengembangannya di Indonesia. Foto: Istimewa
Indonesia perlu memanfaatkan posisi strategis Tiongkok sebagai pemimpin ekonomi digital dunia saat ini untuk pengembangannya di Indonesia. Foto: Istimewa

KAGAMA.CO, BEIJING – Diplomasi ekonomi yang dilakukan Indonesia di wilayah Tiongkok, difokuskan untuk penguatan kerja sama ekonomi.

Hal tersebut disampaikan oleh Duta Besar RI untuk Tiongkok merangkap Mongolia, Djauhari Oratmangun pada Jum’at (17/01/2020) di Beijing.

Kerja sama tersebut dilakukan melalui peningkatan perdagangan bilateral antara Indonesia dan Tiongkok, mendorong investasi dan promosi pariwisata Indonesia di Tiongkok.

Diplomasi ekonomi Indonesia juga diarahkan untuk transfer teknologi terkini ke Indonesia.

“Untuk itu, Indonesia perlu memanfaatkan posisi strategis Tiongkok sebagai pemimpin ekonomi digital dunia saat ini untuk pengembangannya di Indonesia,” ujar alumnus Fakultas Ekonomi UGM ini.

Dalam hal ini, KBRI Beijing telah memfasilitasi pengenalan teknologi 5G, artificial intelligence, internet of things, dan blockchain dengan raksasa teknologi seperti Alibaba, Tencent, Huawei, Xiaomi dan Blockchain Global untuk meningkatkan investasinya di Indonesia.

Indonesia juga mencatat keberhasilan dalam meningkatkan kerja sama keuangan antara bank sentral kedua negara.

Baca juga: Kagama Wonosobo Sukses Gelar Kegiatan Donor Darah untuk Kemanusiaan

Djauhari mengungkapkan, pada 25 Februari 2019 lalu, Bank Indonesia telah membuka secara resmi Kantor Perwakilan di Beijing.

“Keberadaan Perwakilan BI di Tiongkok diharapkan dapat semakin memperkuat hubungan ekonomi dan keuangan kedua negara,” tutur Djauhari saat memaparkan capaian diplomasi ekonomi Indonesia di Tiongkok tahun 2019.

Melalui pembukaan kantor perwakilan di Beijing, BI diharapkan dapat memberikan masukan dalam upaya pengembangan ekonomi dan keuangan.

“Kemudian yang tak kalah penting, juga kebijakan yang ditempuh Tiongkok, khususnya yang berdampak bagi Indonesia,” pungkas Djauhari. (Kinanthi)

Baca juga: Pemprov Bengkulu Apresiasi Langkah Himpunan Rafflesia UGM Adakan Faculty Fair