KAGAMA.CO, SHANGHAI – Blockchain Centre Tiongkok kembali membuka salah satu pusat pelatihan dan pembelajaran mengenai pasar keuangan dan teknologi terkait yang mendukungnya di kota Shanghai. Pembukaan blockchain centre baru ini bertujuan untuk membuka akses lebih luas lagi kepada warga Tiongkok untuk dapat mempelajari lebih dalam mengenai teknologi blockchain.

Blockchain sendiri merupakan sebuah teknologi pencatatan atau pembukuan yang terdistribusi dengan basis internet. Istilah yang kerap digunakan pada industri keuangan saat ini  adalah “Distributed Ledger Technology”.

Dubes Djauhari: Teknologi Blockchain Masa Depan Industri Bisnis Dunia.(Foto: Dok. KBRI Beijing)
Dubes Djauhari: Teknologi Blockchain Masa Depan Industri Bisnis Dunia. Foto : KBRI Beijing

Duta Besar (Dubes) RI untuk Tiongkok merangkap Mongolia Djauhari Oratmangun menyatakan bahwa teknologi blockchain adalah masa depan industri bisnis dunia, dan tentunya Indonesia. Hal tersebut disampaikan Dubes Djauhari saat memberikan sambutan dalam acara malam pembukaan pada Minggu (9/9/2018).

Melihat perkembangan teknologi blockchain yang berkembang secara signifikan di dunia yang saat ini sudah semakin mendekati Asia Tenggara (Singapura & Malaysia), serta melihat potensinya di masa depan, Duta Besar Djauhari merasa Indonesia juga harus melangkah maju dengan membuka diri dan mulai mempelajari mengenai teknologi-teknologi baru yang akan mempengaruhi ekonomi dunia.