Djauhari menekankan, hal yang sama mutlak diperlukan oleh generasi muda Indonesia khususnya mahasiswa Indonesia di Tiongkok yaitu tetap mencintai dan menyayangi NKRI, serta dalam bentuk sekecil apapun ikut berkontribusi untuk kemajuan bangsa, rakyat dan negaranya.

“Saya yakin dan percaya bahwa mahasiswa Indonesia di Tiongkok akan berkontribusi pada hubungan antar Indonesia dan Tiongkok dan kelak setelah lulus dan bekerja menjadi “prime mover” perjalanan bangsa ke depan termasuk hubungan yang saling menguntungkan dengan Tiongkok,” imbuhnya.

Rangkaian Kongres dan Simposium Nasional PPIT ke-7 ini telah mulai dilaksanakan pada tanggal 26 April 2018 dan akan berlangsung sampai tanggal 29 April 2018, ditutup dengan Acara Kebudayaan, bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata.

Kota Xiamen yang terletak di Provinsi Fujian merupakan lokasi pilihan bagi mahasiswa Indonesia untuk menempuh studi di Tiongkok, dengan jurusan favorit Sastra Mandarin dan Bisnis serta Perdagangan Internasional. Saat ini terdapat sekitar 400 orang mahasiswa Indonesia yg menuntut ilmu di Xiamen dan di antaranya sekitar 200 orang di Universitas Huaqiao.[TH]