Dalam sambutannya, Dubes Djauhari menekankan pentingnya generasi muda Indonesia di Tiongkok memiliki sikap sebagai mahasiswa dari bangsa yang besar yang siap berkontribusi untuk rakyat dan negaranya dengan visi yang linier dengan perannya pada tatanan Regional dan Global, termasuk sebagai inisiator ASEAN dan anggota G-20.

“Indonesia perlu memanfaatkan hubungan billateral strategic comprehensive partnership dengan Tiongkok dimana keduanya diprediksikan akan menjadi negara besar di dunia pada dekade-dekade mendatang,” ujarnya.

Dubes Djauhari selfie bersama para peserta. (Foto: Dok. Istimewa)
Dubes Djauhari selfie bersama para peserta. (Foto: Dok. Istimewa)

Dubes Djauhari melanjutkan, berbagai indikator ekonomi menunjukkan indikasi positif bagi Indonesia untuk bertumbuh menjadi negara yang besar dan kuat secara ekonomi. Tingkat pertumbuhan ekonomi sekitar 5% perlu ditingkatkan menjadi 7%, yang mampu dicapai antara lain melalui peningkatan ekspor, investasi, dan ekonomi pariwisata, dimana hubungan dengan Tiongkok berperan dalam ketiga aspek tersebut.

Selain itu, faktor penting yang membuat negara maju dan menjadi besar adalah kecintaan warganegaranya terhadap bangsa. Rasa sayang dan cinta akan bangsa membuat mereka akan merawat dan menjaga serta berkontribusi untuk kemajuan rakyat dan bangsanya.