KAGAMA.CO, BERITA—Megahnya paviliun Indonesia dengan ornamen atap rumah gadang menjadi perhatian utama pengunjung Cross-Strait Fair For Economy and Trade (CFET) di Fuzhou, pada Sabtu (19/05/2018). Berbagai produk makanan Indonesia seperti mie instan, kopi, keripik, serta batik, kerajinan tangan, dan berbagai produk lainnya ramai dikunjungi orang. Sejumlah pengunjung pun terlihat keluar Paviliun Indonesia dengan memborong sejumlah produk tersebut.

CFET berlangsung di Fuzhou Strait International Conference and Exhibition Center, ibu kota Provinsi Fujian, dari tanggal 18-22 Mei 2018, dan dibuka secara resmi oleh Gubernur Fujian, Mr Tang Deng Jie. Event ini diperkirakan mampu menyedot kurang lebih 250 ribu orang per harinya. Indonesia bersama dengan 9 negara ASEAN lainnya ikut serta dalam pameran tersebut. Sekitar 77 negara dari kawasan Asia Tengah, Afrika dan Eropa juga ikut meramaikan CFET.

Suasana Cross-Strait Fair For Economy and Trade (CFET) di Fuzhou, pada Sabtu (19/05/2018).(Foto: Dok. KBRI Beijing)
Suasana Cross-Strait Fair For Economy and Trade (CFET) di Fuzhou, pada Sabtu (19/05/2018).(Foto: Dok. KBRI Beijing)

Promosi dan penetrasi pasar produk Indonesia di Tiongkok melalui Fuzhou menjadi perhatian Dubes RI Djauhari Oratmangun. Selain mengunjungi pameran, berdialog dengan para peserta, Dubes Djauhari juga bertemu dengan sejumlah pemimpin Provinsi Fujian, RRT untuk mendorong kerja sama ekonomi dan perdagangan Indonesia dengan Tiongkok.

Menurut Dubes Djauhari, Fuzhou bisa menjadi pintu gerbang masuknya produk-produk Indonesia, apabila pengusaha dan stakeholder lainya termasuk Kedubes RI bersinergi. “Indonesia unggul untuk masuk pasar Tiongkok,” ujarnya sambil mencicipi keripik udang lezat dan biskuit yang  ditawarkan oleh para peserta.