KAGAMA.CO, YOGYAKARTA – Dua gubernur, Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah) dan Sri Sultan Hamengku Buwono X (Gubernur DIY), mendampingi Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Ir Panut Mulyono, M Eng, D Eng melepas peserta Nitilaku Perguruan Kebangsaan 2017, Minggu (17/2017) pagi di Alun-Alun Utara Yogyakarta.

Ganjar dan Sultan, keduanya sama-sama alumnus Fakultas Hukum UGM bersama Panut, bersama-sama mengibarkan bendera start, menandai dimulainya kegiatan Nitilaku 2017, berjalan kaki mulai dari Pagelaran Keraton Yogyakarta hingga Kampus UGM di Bulaksumur, Sleman, Yogyakarta, berjarak sekitar 5,7 kilometer.

Koordinator Nitilaku 2017 Drs. Hendrie Adjie Kusworo, M. Sc., Ph. D. (kiri) mendampingi Gubernur DIY Sri Sultan HB X dari Pagelaran Keraton Yogyakarta menuju panggung start Nitilaku 2017 di Alun-ALun Utara Yogyakarta [Foto R Toto Sugiharto/KAGAMA]
Koordinator Nitilaku 2017 Drs. Hendrie Adjie Kusworo, M. Sc., Ph. D. (kiri) mendampingi Gubernur DIY Sri Sultan HB X dari Pagelaran Keraton Yogyakarta menuju panggung start Nitilaku 2017 di Alun-ALun Utara Yogyakarta [Foto R Toto Sugiharto/KAGAMA]
Sultan HB X mengungkapkan, event Nitilaku 2017 menjadi momentum membangkitkan kenangan bagaimana pendidikan di Yogya di awal republik berdiri, sudah dibangun. Keraton saat itu menyadari pentingnya pendidikan untuk perjuangan dan bersama UGM memberikan kontribusi melalui alumni dalam pendidikan kebangsaan dan kenegaraan.

Sementara itu, menurut Ganjar Pranowo, event Nitilaku 2017 merupakan upaya sivitas akademika, alumni, dan masyarakat tidak melupakan awal sejarah berdirinya UGM. Di masa kemudian, UGM memberikan sumbangan melalui keberhasilan dan kontribusi para alumni di pemerintahan melalui program pembangunan infrastruktur, transportasi, diplomasi luar negeri, dan lainnya.

Peserta pawai alegori Nitilaku 2017, KAGAMA DKI Jakarta turut memeriahkan Dies Natalis ke-68 UGM [Foto R Toto Sugiharto/KAGAMA]
Peserta pawai alegori Nitilaku 2017, KAGAMA DKI Jakarta turut memeriahkan Dies Natalis ke-68 UGM [Foto R Toto Sugiharto/KAGAMA]
“Nitilaku menjadi momentum bagi alumni UGM untuk merasakan kembali denyut masa lalu agar kita bisa menginternalisasikan nilai-nilai itu. Tentu, ibarat kacang tidak mungkin melupakan kulitnya. Dari keraton Yogyakarta ini, UGM ada dan berdiri dan kini mengenang kembali masa-masa awal berdirinya perguruan kebangsaan,” ujarnya.

Peserta Nitilaku 2017 akan menempuh rute mulai dari Pagelaran Keraton Yogyakarta ke arah ruas Jalan Malioboro,  Jalan Margo Utomo, Tugu belok ke timur ke arah  Jalan Sudirman kemudian belok arah utara ke Jalan C. Simanjuntak, Jalan Persatuan,  dan finish di Balairung UGM dan Lapangan Grha Sabha Pramana UGM.

Peserta Nitilaku 2017 dari Fakultas Pertanian UGM mempromosikan salah satu produk aplikasi Desa Apps secara simbolik melalui poster [Foto R Toto Sugiharto/KAGAMA]
Peserta Nitilaku 2017 dari Fakultas Pertanian UGM mempromosikan salah satu produk aplikasi Desa Apps secara simbolik melalui poster [Foto R Toto Sugiharto/KAGAMA]
Koordinator Nitilaku 2017 Drs. Hendrie Adjie Kusworo, M. Sc., Ph. D.  berharap cuaca cerah pagi ini berlanjut hingga kegiatan Nitilaku di Pagelaran Keraton Yogyakarta dan sepanjang perjalanan hingga Bulaksumur tidak turun hujan. Peserta Nitilaku tahun ini mencapai sekitar tujuh ribu orang, sebagian besar mendaftar melalui media sosial.

“Sampai sekarang saya kira berjalan sesuai rencana. Mudah-mudahan cuaca tetap bagus. Cerah. Tidak hujan. Mudah-mudahan lancar. Sekarang lebih siap dari tahun lalu dan tahun yang akan datang mudah-mudahan jauh lebih baik. Khusus tahun ini yang mendaftar lewat online lebih banyak. Saya kira ke depan dengan skenario memanfaatkan medsos, luar biasa. [rts]