KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia memperpanjang izin pengelolaan Wanagama. Atas dasar  itu maka Wanagama diarahkan menjadi Eco Edu Forest (WG-Eco Edu Forest).

Penguatan mandat WG-Eco Edu Forest, selain dilakukan melalui pembelajaran kitab ekologi di Petak 5, stasiun riset Wanagama juga dilakukan dengan meningkatkan dukungan wahana pembelajaran yang atraktif, salah satunya melalui Wanagama Paksi. Wanagama Paksi dibangun di Petak 16 atas dukungan para pihak, yaitu Gunma Safari Park dari Jepang, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Taman Safari Indonesia (TSI), Yayasan Alumni Fakultas Kehutanan Angkatan 1975 (Yayasan Toemo Silva Gama) dan Kebun Binatang Gembira Loka.

Secara simbolis, Wanagama Paksi resmi dibuka melalui kegiatan “Soft Launching Wanagama Paksi” yang dilaksanakan pada Minggu (4/2/2018) di Dome Burung Wanagama Paksi. Wanagama Paksi menawarkan ekoturisme yang berfokus pada edukasi hewan aves. Pada Wanagama Paksi terdapat sebuah bangunan Dome Burung yang dihuni puluhan burung berbagai spesies yang dilestarikan. Beberapa burung yang dilestarikan, seperti Elang Bondol, Cendrawasih,  Kakatua, dan berbagai spesies lainnya.

Selain Dome Burung, dalam Wanagama Paksi juga terdapat tempat exhibition burung dan sebuah bangunan penangkaran. Tidak hanya mengedukasi masyarakat tentang keanekaragaman aves, Wanagama Paksi juga akan melakukan tindakan konservasi secara nyata melalui kegiatan penangkaran aves untuk melindungi kelestarian satwa tersebut.

Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Dr. Budiadi, S.Hut., M Agr. Sc., menjelaskan bahwa didirikannya Wangama Paksi selain dijadikan sebagai wadah edukasi masyarakat juga menjadi sarana penelitian dan pendidikan mahasiswa. Keberhasilan rehabilitasi hutan dan lahan kritis di Wanagama telah memberikan dukungan terhadap konservasi keanekaragaman hayati.

Setidaknya, ada 37 macam burung dan 10 macam jenis binatang lain tinggal di Wanagama. Upaya konservasi keanekaragam hayati ini terus dilakukan salah satunya dengan mendorong Wanagama sebagai Pembelajaran Konservasi.

Sementara itu, Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementerian LHK, Ir. Wiratno, M.Sc., mengatakan bahwa Wanagama Paksi dapat dijadikan sebagai tempat untuk kegiatan edukasi konservasi kepada masyarakat umum, khususnya pelajar dan mahasiswa. Wiratno berharap nantinya Wanagama Paksi dapat dijadikan sebagai sarana  kepada masyarakat agar ikut berkomitmen terhadap konservasi alam dan menumbuhkan ide-ide riset terbaru khususnya riset mengenai aves serta upaya-upaya pelestariannya.

“Semoga Wanagama Paksi dapat dijadikan sebagai tonggak baru dalam penyebarluasan semangat komitmen konservasi aves secara masif  kepada seluruh elemen masyarakat,” tutur Wiratno.

Ia menambahkan dalam pengelolaan Wanagama Paksi secara efektif perlu sinergi dan kolaborasi dengan memosisikan masyarakat lokal sebagai pelaku utama dalam berbagai model pengelolaan kawasan dan meningkatkan jejaring kerja antara pengelola, pemerintah daerah,  dan para pihak lain yang terkait lainnya.

Sumber : Bagian Humas dan Protokol UGM