KAGAMA.CO, BULAKSUMUR—Dosen Departemen Kimia UGM, Prof. Drs. Karna Wijaya, M.Eng.,Dr.rer.nat., melakukan pemberdayaan Komunitas Kimia Hijau yang terdiri dari lima mahasiswa Kimia UGM. Hal itu dilakukan untuk transfer teknologi pengolahan minyak nilam ke UMKM di Samigaluh, Kulonprogo.

Ide ini tercetus setelah mereka melihat para pelaku UMKM minyak nilam nasional terhadap green chemistry atau green chemical process dalam pengolahan minyak nilam. “Pemahaman para pelaku UMKM dalam pengolahan minyak nilam masih terbatas atau masih belum sesuai dengan harapan para peneliti dan pengambil kebijakan,” ujar Prof. Karna, Senin (10/09/2018).

Ia memaparkan penggunaan alat distiller daun nilam dari drum besi oleh para pelaku UMKM menyebabkan kontaminan karat besi masuk ke dalam minyak sehingga angka keasaman minyak tinggi. Hal itu, menurutnya, merupakan salah satu contoh proses yang tidak green.

Karna Wijaya  menerangkan minyak nilam yang dihasilkan juga berwarna hitam dan tidak memenuhi syarat mutu Standar Nasional Indonesia (SNI). “Salah satu penyebab utamanya adalah tidak adanya sistem pendidikan berkelanjutan tentang green chemistry di kalangan para aktivis green chemistry, baik di dalam maupun luar kampus,” ungkapnya.