KAGAMA, BULAKSUMUR – Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM, Rika Fatimah P.L., S.T., M. Sc., Ph. D, menghadiri Saemaul Globalization Foundation (SGF) yang diselenggarakan Saemaul International Forum, Sabtu (15/9/2018), di Provinsi Gyeongju, Korea Selatan.

Dalam forum tersebut ia bersanding dengan narasumber lain yang berasal dari Vietnam, Kirgizstan, dan Korea Selatan.

Forum ini merupakan wadah diskusi dan bertukar informasi bagi berbagai institusi yang bergerak pada pengembangan desa atau daerah tertinggal di seluruh dunia.

Tahun ini SGF mengangkat tema “The Saemaul Undong Method Application to The End of Poverty through The Core Rural Development forTthe Achievement of UN’s Sustainable Development Goals” Rangkaian acara dalam forum tersebut terdiri atas dua sesi, yakni presentasi perkembangan dan capaian beberapa negara dalam penerapan konsep Saemaul Undong serta diskusi panel oleh beberapa ahli dalam bidang pengembangan desa.

Pada forum tersebut, Rika memaparkan presentasinya yang berjudul ‘Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur: The 4 Entrepreneurship Quality Pillars for Innovation of People Unity Movement around the Globe’.

Ia menjelaskan bahwa model G2R Tetrapreneur merupakan sebuah model gerakan kewirausahaan yang terinspirasi dari gerakan Saemaul Undong.

“Sama halnya dengan gerakan Seamaul Undong, G2R Tetrapreneur juga menitikberatkan pada penigkatan keterlibatan masyarakat desa (resident consciousness) dalam meningkatkan kualitas hidup mereka melalui kegiatan wirausaha,” ungkapnya.

Pada sesi diskusi panel, dosen Fakultas Filsafat UGM, Prof. Mukhtasar, menjabarkan penerapan Saemaul Undong dalam rangka mewujudkan perkembangan desa berkelajutan di negara berkembang.

Ia menyatakan di hadapan forum bahwa UGM telah memperkenalkan falsafah Saemaul Undong dan Gotong Royong pada mahasiswanya.

“Indonesia Tri-Sakti Saemaul Institute mengkolaborasikan falsafah Saemaul Undong dan Gotong Royong kepada mahasiswa yang berangkat KKN ke seluruh pelosok Indonesia,” ucapnya.

Ji Ha Lee, Direktur Saemaul Institute of Saemaul Undong Center, memberikan apresiasi dan tanggapannya terkait dengan strategi serta pencapaian yang telah disampaikan oleh Indonesia, Vietnam, dan Kyrgyzstan dalam pengembangan potensi desa.

“Keunikan dari ketiga negara tersebut dapat dijadikan rujukan. Salah satunya G2R Tetrapreneur sebagai inovasi gerakan gotong royong di Indonesia, yang saya harap bisa berkembang seperti Saemaul Undong,” pungkasnya.

 

Sumber :  Humas dan Protokol UGM