Dosen IAIN Bengkulu Alumnus UGM: Tenaga Pendidik Harus Lebih Kreatif dalam Pembelajaran Daring

329

Baca juga: Ganjar Ajak RI-AS Berbagi Pengalaman Adaptasi Kebiasaan Baru untuk Hadapi Pandemi

Pria kelahiran 1987 itu menganjurkan untuk memberikan tugas secara berkelompok jika ada mahasiswa yang tidak punya perangkat yang mendukung.

Reko juga berpesan kepada sesama tenaga pendidik agar tidak hanya memberikan tugas kepada para murid.

“Saya menemui mahasiswa yang mengeluh karena hanya diberi tugas oleh dosennya. Hal ini semakin menyiksa jika diberikan tenggat waktu yang singkat,” tutur Reko.

“Apalagi, hal ini juga bisa menjadi tekanan psikis bagi mahasiswa dalam pembelajaran jarak jauh yang berimbas pada penurunan imunitas.”

“Pembelajaran online harus baik dan menyenangkan. Kondisi ini harus menjadi refleksi bagi tenaga pendidik untuk semester depan,” jelasnya.

Baca juga: Inovasi dan Penanaman Jiwa Entrepreneur, Kunci Penting Perguruan Tinggi Hadapi Pandemi

Lebih lanjut, Reko menyadari tenaga pendidik kini dituntut lebih kreatif dalam pembelajaran daring.

Untuk itu, katanya, tenaga pendidik harus bisa mengombinasikan berbagai media daring supaya murid tidak bosan.

Misalnya menggunakan zoom, google class room, dan WhatsApp group secara berselingan.

Di sisi lain, meski pembelajaran daring tidak bertatap muka secara langsung, dosen tetap harus memberikan perhatian penuh kepada mahasiswanya.

Reko mengatakan, dosen mesti memantau perkembangan mahasiswanya. Sebab, tujuan pendidikan salah satunya adalah pembentukan karakter, tidak cuma transfer ilmu.

Baca juga: Perjalanan Panjang Hari Hardono Membangun Kelompok Usaha Beromzet Triliunan